Program Magang Nasional 2026, Jalan Baru Fresh Graduate Menuju Dunia Kerja

Kemenaker meluncurkan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II Tahun 2026 membuka kuota bagi 150 ribu peserta yang terdiri atas lulusan baru perguruan tinggi, lulusan pendidikan profesi, serta penyandang disabilitas. (Foto: Dok.Kemenaker)

TURISIAN.com – Peluang itu kembali dibuka. Mulai 15 Juli 2026, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan menggelar pendaftaran Program Magang Nasional 2026.

Tahun ini skalanya diperbesar. Sebanyak 150 ribu kursi disiapkan, naik 50 persen dibanding angkatan sebelumnya yang menampung 100 ribu peserta.

Tambahan kuota itu bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin memperluas akses lulusan baru perguruan tinggi terhadap pengalaman kerja.

Dimana selama ini selama ini kerap menjadi batu sandungan saat memasuki dunia profesional.

Kuota dibagi ke dalam tiga gelombang, masing-masing 50 ribu peserta.

Persiapan bahkan telah dimulai lebih awal. Sejak 29 Juni 2026, ribuan perusahaan, kementerian, lembaga, hingga badan usaha milik negara mulai mengunggah kebutuhan tenaga magang melalui platform MagangHub.

Gelombang pertama pendaftaran peserta berlangsung pada 15-28 Juli, sedangkan dua gelombang berikutnya dijadwalkan hingga akhir tahun.

Program ini melibatkan 8.056 mitra. Sebanyak 5.168 berasal dari sektor swasta, 2.888 merupakan satuan kerja kementerian dan lembaga pemerintah, serta 874 entitas BUMN.

Perbankan pelat merah menjadi penyedia posisi terbanyak dengan lebih dari seribu lowongan magang.

Peluang juga tersedia di sektor rumah sakit swasta, konsultasi manajemen, industri makanan dan minuman, hingga properti.

Namun, tidak semua lulusan dapat mengikuti program ini. Kemnaker membatasi peserta hanya bagi warga negara Indonesia lulusan D3, D4. Atau S1 dengan masa kelulusan paling lama satu tahun sejak ijazah diterbitkan.

Bagi pemegang sertifikat profesi, batas itu diperpanjang hingga dua tahun. Peserta wajib melampirkan ijazah asli, bukan surat keterangan lulus.

Serta berasal dari perguruan tinggi yang terdaftar di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Akun SIAPKerja

Dokumen yang harus dipersiapkan meliputi ijazah, transkrip nilai, pasfoto formal. Serta akun SIAPKerja yang telah aktif dan terverifikasi.

Sertifikat pelatihan maupun kemampuan bahasa asing dapat menjadi dokumen pendukung dalam proses seleksi.

Sementara itu, seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui MagangHub.

Peserta cukup melengkapi profil, mengunggah dokumen, lalu memilih maksimal dua posisi magang sesuai bidang yang diminati.

Seleksi sepenuhnya dilakukan oleh perusahaan mitra. Peserta yang lolos diwajibkan menandatangani perjanjian pemagangan sebelum mulai bekerja.

Selama enam bulan mengikuti program, peserta memperoleh uang saku setara upah minimum di wilayah penempatan.

Termasuk, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, sertifikat resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Hingga kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi melalui platform SertifHub.

Peluang menjadi pegawai tetap juga terbuka. Pada pelaksanaan Program Magang Nasional angkatan pertama tahun 2025, lebih dari 102 ribu peserta berhasil mengikuti program dari sekitar 400 ribu pendaftar.

Sekitar 34 persen alumninya dilaporkan berhasil direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.

Data itu menunjukkan bahwa program magang tidak lagi sekadar menjadi ruang belajar. Bagi banyak lulusan baru, ia telah berubah menjadi pintu masuk menuju pekerjaan pertama.

Kini, dengan kuota yang lebih besar, pemerintah berharap semakin banyak anak muda memperoleh kesempatan membangun pengalaman, jejaring profesional.

Sekaligus meningkatkan daya saing sebelum benar-benar memasuki pasar kerja. ***

Pos terkait