Henry Husada Sambut Perintis Berdaya Connect, Dorong UMKM Bandung Lebih Mandiri

Perintis Berdaya Connect
Suasana dialog bersama Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) di Bandung Creative Hub, Selasa 12 Mei 2026. (Foto: Dok.Pemkot Bandung)

TURISIAN.com – Tokoh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Bandung, Henry Husada, menyambut positif peluncuran program Perintis Berdaya Connect.

Gagasan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) tersebut dinilai sangat tepat.

Menurut dia, program tersebut menjadi momentum penting untuk mempercepat kemajuan pelaku UMKM di Kota Bandung.

“Apalagi program ini digagas sebagai solusi terpadu atau one stop solution untuk memperkuat pemberdayaan UMKM. Termasuk ekonomi kreatif, koperasi hingga pelaku usaha masyarakat agar lebih produktif dan mandiri,” ujar Henry, Kamis, 14 Mei 2026.

Henry yang juga CEO Kagum Group menilai Kota Bandung selama ini memiliki potensi ekonomi kreatif yang kuat.

Terutama pada sektor kuliner, fesyen, kriya, hingga pariwisata. Menurut dia, hadirnya Perintis Berdaya Connect dapat menjadi katalis untuk mempercepat pertumbuhan UMKM di kota tersebut.

“Dengan adanya program ini tentu akan makin mempercepat pertumbuhan UMKM,” katanya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, mengatakan program Perintis Berdaya Connect dirancang untuk membantu pelaku usaha berkembang melalui dukungan terintegrasi.

“Perintis Berdaya Connect ini adalah one stop solution untuk pemerintah pusat maupun daerah dalam membantu memberdayakan UMKM, ekonomi kreatif, koperasi, dan usaha masyarakat lainnya supaya lebih produktif,” kata Leontinus saat peluncuran program di Bandung Creative Hub, Selasa, 12 Mei 2026.

Henry Husada, “Bapak UMKM” yang juga CEO Kagum Group. (Foto: Ist)

Capacity building

Program tersebut memiliki sejumlah pilar utama, mulai dari capacity building, akses usaha, pembiayaan, hingga perluasan pasar.

Pelaku usaha juga akan memperoleh dukungan akses bahan baku, teknologi produksi, pemasaran omnichannel, legalitas usaha, hingga hak kekayaan intelektual (HAKI).

Selain itu, pelaku usaha yang mulai berkembang akan difasilitasi memperoleh akses pembiayaan guna meningkatkan kapasitas bisnis mereka.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, turut mengapresiasi penunjukan Kota Bandung sebagai proyek percontohan atau pilot project program tersebut.

Menurut Adi, Bandung memiliki kekuatan besar di sektor ekonomi kreatif, khususnya kuliner, fesyen, dan kriya.

Ke depan, program ini diharapkan dapat menjangkau subsektor lain seperti media digital dan industri kreatif berbasis teknologi.

“Berbagai kemungkinan untuk memajukan ekonomi kreatif di Kota Bandung akan kita kolaborasikan. Tentu nanti dibimbing dari Kemenko PM. Dan akan terus kita sebarkan informasinya kepada para pelaku ekonomi kreatif di Kota Bandung,” ujarnya. ***

Pos terkait