TURISIAN.com – Musim liburan akhir tahun kian mendekat. Bandung, seperti biasa, kembali jadi pelarian favorit para pemburu rasa.
Salah satu kantong kuliner yang tak pernah kehilangan pesonanya adalah kawasan Cihapit. Di sanalah berdiri Lotek Tjihapit, kuliner legendaris yang sejak puluhan tahun menjaga cita rasa tanpa banyak basa-basi.
Kedai ini berada di Jalan Mataram No. 2, Cihapit, Kota Bandung. Rasa loteknya yang lembut dan gurih membuatnya bertahan sejak awal 1970-an—atau bahkan lebih lama.
“Saya generasi ketiga. Sebenarnya Lotek Tjihapit itu sudah ada sejak 1969,” kata sang pemilik, Nandar.
“Dulu nenek yang mulai, turun ke ibu, lalu ke saya. Awalnya berjualan di depan tukang bakso, lalu pada 1970 pindah ke gang Cihapit dekat masjid.”
Rahasia keawetan rasanya, menurut Nandar, terletak pada resep yang tak pernah diubah sejak era sang nenek. Semua bahan diulek dadakan.
Sayuran dipilih yang paling segar, memastikan bumbu gurih-manisnya menempel pada setiap suapan.
BACA JUGA: Bakoel Bamboe Menancap di Jantung IKN, Jadi Kuliner Baru
Kekuatan Lotek Tjihapit memang pada bumbunya yang berbeda: pekat, segar, dan berlapis rasa.
Tak heran pelanggan lintas generasi tetap setia datang, seolah memberi kesaksian bahwa kelezatan memang bisa diwariskan.
Selain lotek, kedai ini juga menyajikan menu rumahan yang akrab di lidah. Ada Soto Bandung, ayam bakar, pindang tongkol, kepala kakap, sayur asem, ikan salem balado, tumisan, aneka sambal, rujak ulek, hingga tumpeng.
Daftar menunya berganti setiap hari, menjaga kejutan tetap hadir di meja makan.
Jadi, bila sedang melintasi Cihapit, jangan lupa singgah dan merasakan “ngeunah”-nya lotek khas Bandung ini. Lotek Tjihapit. Kuliner original yang sudah ada sejak dari 1970. Buka setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB.
Dengan Rp25.000, seporsi lotek hangat sudah cukup untuk membawa pulang nostalgia sekaligus kelezatan yang tak lekang zaman.***





