Kemenaker Jalin Kerjasama Dengan PT Transjakarta, Ini Kata Afriansyah Noor

PT Transjakarta
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor (duduk pertama dari kiri) saat menjajal rute Transjakarta usai penandatangan MoU, baru-baru ini. (Foto: Dok.Kemenaker)

TURISIAN.com – Kementerian Ketenagakerjaan merapatkan barisan dengan PT Transjakarta (Transportasi Jakarta). Pada Kamis, 30 April 2026 lalu, di Jakarta, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU).

Kesepakatan ini menandai dimulainya kerja sama membuka akses kerja sekaligus mengerek kompetensi tenaga kerja di sektor transportasi.

Di ruang penandatanganan, Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi membubuhkan tanda tangan berdampingan dengan Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza.

Sejumlah pejabat turut menyaksikan. Diantaranya Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi Syamsi Hari.

Lalu hadir juga Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Syarifudin.

Afriansyah Noor menyebut kerja sama ini sebagai upaya merapatkan jarak antara dunia pelatihan dan kebutuhan industri.

“Kami ingin layanan ketenagakerjaan lebih terhubung dengan kebutuhan riil di lapangan, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas,” ujarnya.

Kementerian, kata dia, akan mengerahkan berbagai instrumen. Mulai dari  pelatihan vokasi, program pemagangan nasional, hingga layanan pasar kerja berbasis digital melalui Pusat Pasar Kerja.

Sertifikasi kompetensi juga didorong agar tenaga kerja tak sekadar siap, tetapi juga teruji.

Di tengah geliat sektor transportasi yang kian sibuk, kebutuhan tenaga kerja terampil tak bisa ditawar.

Afriansyah menilai sektor ini bukan hanya tulang punggung mobilitas, melainkan juga penopang pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, perlindungan tenaga kerja—dari jaminan sosial hingga hubungan industrial—tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda kerja sama.

Sedangkan dari pihak Transjakarta, Welfizon Yuza melihat sinergi ini sebagai jalan untuk merapikan informasi pasar kerja yang selama ini tercecer.

“Akses terhadap peluang kerja harus lebih mudah dan kredibel. Ini yang ingin kami perkuat,” katanya.

Bagi PT Transjakarta, transportasi publik bukan semata urusan mengangkut penumpang dari titik A ke titik B.

Lebih dari itu, ia bisa menjadi pintu masuk bagi peningkatan kesejahteraan. Tentu saja, selama  ditopang tenaga kerja yang kompeten dan sistem yang terhubung. ***

Pos terkait