BYD Fang Cheng Bao Ti7, Gebrakan Baru BYD yang Segera Mengaspal di Indonesia

Fang Cheng Bao Ti7
Sederetan kendaraan BYD yang bakal menjadi pesaing serus pabrikan otomotif listrik di tanah air.(Dok.BYD)

TURISIAN.com – Produsen otomotif Cina, BYD, kembali menggebrak pasar kendaraan listrik. Kali ini lewat peluncuran crossover anyar mereka, BYD Fang Cheng Bao Ti7.

Model ini diperkenalkan dengan janji ambisius yakni pengisian daya super cepat dan jarak tempuh panjang.

Mengutip laporan Carnewschina, Kamis waktu setempat, model yang di pasar global akan dipasarkan sebagai BYD Ti7.

Jenis ini diklaim mampu melaju hingga 755 kilometer dalam sekali pengisian.

Sementara itu angka yang, jika teruji di jalan nyata, akan menempatkannya di barisan atas SUV listrik jarak jauh.

Secara tampilan, Ti7 tidak banyak beranjak dari versi plug-in hybrid yang lebih dulu hadir. Namun, perubahan justru tersembunyi di balik bodi.

BYD membenamkan baterai Blade generasi kedua, teknologi andalan mereka, yang kini dipadukan dengan sistem flash charging.

Kombinasi ini memungkinkan pengisian dari 10 hingga 70 persen hanya dalam lima menit, dan hingga 97 persen dalam sembilan menit.

SUV Besar

Dimensinya pun tak kecil. Panjang hampir lima meter, lebar mendekati dua meter, dan tinggi lebih dari 1,8 meter, menegaskan posisinya sebagai SUV besar.

Di dalam kabin, pendekatan “layar sebagai pusat kendali” terasa dominan. Layar utama 15,6 inci menjadi pusat komando.

Kemudian, didampingi panel instrumen 12,3 inci, head-up display 26 inci, hingga layar tambahan untuk pengaturan AC.

Bahkan, dua tablet 13 inci dapat dipasang di baris belakang, menghadirkan pengalaman tujuh layar dalam satu kendaraan.

Sementara itu fitur bantuan mengemudi tak luput disematkan. Sistem yang disebut “God’s Eye B – Advanced Driver Assistance Laser Edition” menjadi andalan untuk meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan berkendara.

BYD juga mengklaim performa pengisian tetap terjaga di kondisi ekstrem. Pada suhu minus 30 derajat Celsius, waktu pengisian dari 20 hingga 97 persen. Atau,  hanya bertambah sekitar tiga menit dibandingkan kondisi normal.

Sedangkan di pasar domestik Cina, model ini ditawarkan dalam dua varian dengan banderol mulai 199.800 yuan hingga 209.800 yuan.

Atau sekitar Rp506 juta sampai Rp531 juta. Harga yang, sekali lagi, menunjukkan strategi BYD dalam menawarkan teknologi tinggi dengan harga yang relatif kompetitif di kelasnya. ***

Pos terkait