Perdana Menteri China Li Qiang Jajal Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Proyek Kereta Cepat
Dua gerbong kereta api cepat Jakarta-Bandung siap membawa penumpang untuk mereasakan sensasi perjalanan super cepat. (Instagram/@keretacepat_id)

TURISIAN.com – Sejarah baru akan ditorehkan dunia perkeretapaian Indonesia. Dua tokoh sentral,  Perdana Menteri China, Li Qiang dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Panjaitan, akan merasakan sensasi kecepatan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa waktu uji coba ini masih bersifat tentatif.

Namun,kemungkinan besar akan dilaksanakan menjelang sore hari.

“Testing bersama ini dijadwalkan untuk besok, 6 September. Jam pastinya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut,” ungkap Roesan dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, pada Selasa, 5 September 2023.

BACA JUGA: KAI Terapkan Aturan Baru Demi Kenyamanan Penumpang Kereta Api”

Selanjutnya, pada 1 Oktober mendatang, Presiden Joko Widodo akan meresmikan KCJB. Sebelum peresmian tersebut, uji coba terus dilakukan hingga akhir bulan ini.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa operasional KCJB nantinya akan berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti.

KCJB menjadi proyek yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang sering melakukan perjalanan ke wilayah Jawa Barat.

Kenapa begitu? Karena moda transportasi ini dijanjikan akan memangkas waktu perjalanan ke Bandung dari sekitar 2 jam menjadi kurang dari 1 jam saja.

BACA JUGA: Seru Nih! Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Bakal Uji Coba Sesungguhnya

Sekakligus, menggantikan perjalanan darat yang biasanya dilakukan dengan mobil.

Tentu saja, perihal harga tiket menjadi perhatian utama. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) telah mengusulkan harga tiket sekitar Rp250 ribu hingga Rp350 ribu untuk sekali perjalanan.

Hingga saat ini, hal ini masih dalam tahap pembahasan dan belum ada keputusan final.

Pemerintah masih terus mengkaji harga yang tepat untuk KCJB, dengan harapan agar harga tiket nantinya tidak memberatkan masyarakat dan APBN.

“Kami akan terus mengikuti perkembangan terkini seputar proyek KCJB ini,” pungkas Roesan. ***

Pos terkait