Pemerintah Optimis Sektor Pariwisata Tumbuh dan Bertahan di Kuartal IV

Sektor Pariwisata
Seorang turis muda sedang menangguk air di sungai yang masih bersih dan alami. Indonesia masih menjai salah satu tujuan favorit wisatawan asing karena alam tropisnya. Foto: iStock

TURISIAN.com – Pemerintah optimis sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) dapat tumbuh dan bertahan di kuartal empat tahun 2022.

Keyakinan tersebut didasari bersamaan dengan lbur akhir tahun dan mulai meningktanya wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia.

“Untuk kuartal empat, kami lebih optimistis karena ada liburan akhir tahun, dan peningkatan wisatawan mancanegara. Jadi, kita harapkan bisa di atas 3 juta dan juga pergerakan wisatawan dalam negeri yang targetnya 1,4 miliar,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Uno di Jakarta, Kamis 10 November 2022.

Menurutnya,  pergerakan para pelancong diharapkan akan terus menompang pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Serta mendorong pertumbuhan lapangan kerja terkait.

BACA JUGA: Tingkat Hunian Kamar Hotel di Malang Naik, Tanda-tanda Sektor Pariwisata Membaik?

Ia melanjutkan, kini jumlah lapangan kerja sudah berada di atas 40 juta.

“Harapannya tentunya dengan kegiatan-kegiatan peningkatan produk lokal juga menompang ekspor yang lebih tinggi tahun depan,” kata Sandiaga.

“Sektor parekraf ini akan menjadi penyumbang mendekati angka 12,5 – 13 persen dari ekonomi nasional. Dan harapannya bisa meningkat menjadi 15 persen dalam 5 tahun ke depan,” sambung Sandiaga.

BACA JUGA: Pergeseran di Sektor Pariwisata akan Berdampak Seperti ini, Kata Sandiaga Uno

Optimisme Menparekraf pun bukan tanpa alasan. Baru-baru ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia berhasil tumbuh tinggi pada triwulan III-2022.

Yakni 5,72 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) atau lebih tinggi dari triwulan II-2022 yang sebesar 5,45 persen (yoy).

“Kita sangat bersyukur dan optimis karena di kuartal tiga, menunjukkan pertumbuhan sektor konsumsi, investasi, dan ekspor yang kinerjanya positif,” kata Sandiaga.

BACA JUGA: Sektor Pariwisata Indonesia Bangkit, Ini Yang Perlu Dilakukan Pemerintah Daerah

Menompang momentum kebangkitan

Dengan demikian, lanjutnya, akan tercipta peluang-peluang lapangan kerja yang bisa menompang momentum kebangkitan ke depan.

“Kita di sektor parekraf mencatat sektor transportasi, akomodasi dan makanan-minuman menjadi penompang utama dari angka 5,72 persen. Merupakan (angka) di atas konsensus dari para analis,” imbuhnya.

Untuk menjaga momentum tersebut, Sandiaga mengatakan pemerintah mendorong para pelaku ekonomi kreatif agar usahanya dapat memiliki ketahanan (resiliency).

Dan berkelanjutan (sustainable) di tengah ketidakpastian ekonomi global dan resesi 2023.

BACA JUGA: Luhut Bahas Pemulihan Konektivitas Udara untuk Pariwisata di Nusa Dua Bali

Adapun upaya yang dilakukan, pertama, adalah pelatihan, pendampingan, mentoring dan inkubasi bagi para pelaku usaha kreatif.

“Ini satu klaster khusus untuk menyiapkan mereka menghadapi potensi resesi global. Kita harapkan resesi ini tidak berkelanjutan,” papar Sandiaga.

Lebih lanjut, ada pula bantuan dari segi fasilitas termasuk kemudahan perizinan dan sertifikasi guna mendorong UMKM naik kelas.

“Ketiga adalah fasilitas pembiayaan terutama dengan terobosan pembiayaan berbasis hak kekayaan intelektual (HKI). PP Nomor 24 Tahun 2022 memberikan ruang pembiayaan berbasis HKI, ini yang nanti akan kita tawarkan ke pemilik-pemilik merek, bahwa yang menjadi angunan itu bukan benda seperti tanah, rumah, mobil, tapi juga merek dan HKI lainnya,” kata Sandiaga. ***

Pos terkait