TURISIAN.com – Di tengah pencarian sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Jakarta, industri film mulai diposisikan sebagai salah satu sektor yang dianggap mampu menopang ekonomi kota.
Gagasan itu kini didorong oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta melalui penyelenggaraan Jakarta Youth Film Festival (JYFF) 2026.
Kepala KPw BI DKI Jakarta Iwan Setiawan mengatakan festival tersebut menjadi upaya awal membangun ekosistem industri film di Jakarta.
“JYFF sudah diluncurkan Februari lalu dan ini pertama kali diadakan,” kata Iwan di Jakarta, Rabu 6 Mei 2026.
Menurut dia, industri film dinilai memiliki efek pengganda yang cukup besar terhadap ekonomi kota.
Selain membuka ruang kerja kreatif, sektor ini dianggap mampu memicu pertumbuhan subsektor lain yang berkaitan dengan produksi, distribusi, hingga pariwisata.
Bank Indonesia DKI Jakarta, kata Iwan, melihat potensi itu dari hasil kajian akademik dan empiris yang dilakukan dalam forum Jakarta Economic Forum.
Dalam kajian tersebut, teori pertumbuhan endogen atau endogenous growth menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu motor pertumbuhan baru. Film menjadi salah satu cabang yang dinilai paling potensial.
“Setelah dipelajari, sektor ini sangat powerful,” ujarnya.
Dorongan terhadap industri film juga berkaitan dengan struktur demografi Jakarta. Separuh populasi ibu kota saat ini didominasi kelompok usia muda.
BACA JUGA: Teknologi Extended Reality Dorong Peningkatan Mutu Perfilman Indonesia
Pemerintah dan otoritas ekonomi melihat kelompok tersebut perlu diarahkan ke sektor-sektor kreatif yang memiliki daya saing dan nilai tambah ekonomi.
Penyelenggaraan JYFF 2026 disebut menjadi bagian dari sinergi antara Bank Indonesia DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung visi Jakarta sebagai kota sinema.
Kolaborasi itu juga melibatkan unsur pentahelix, mulai dari pemerintah, komunitas, akademisi, pelaku usaha, hingga media.
Peluncuran atau kick off festival telah dilakukan pada 3 Februari 2026. Masa pendaftaran dibuka hingga 30 April lalu dan tercatat sekitar 230 karya masuk ke panitia festival. ***





