TURISIAN.com — CEO Kagum Group, Henry Husada, menilai penyelenggaraan Festival Jamu Nusantara 2026 sebagai langkah strategis.
Tidak saja dalam mengangkat jamu tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai produk ekonomi kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Event ini tentu sangat baik ya. Bisa juga mendorong keterlibatan pelaku UMKM,” ujar Henry, Sabtu 4 April 2026.
Menurut dia, ajang berskala nasional yang menggabungkan nilai tradisi dengan inovasi tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor mikro.
Ia menyoroti bahwa produk jamu kini telah tersebar di berbagai daerah, membuka peluang luas bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk berkembang.
“Harapannya, event-event seperti ini juga bisa menjangkau ke kota-kota lainnya di Indonesia,” tambah Henry, yang dikenal sebagai salah satu tokoh penggerak UMKM.
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irena Umar, sebelumnya menerima audiensi Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia (GP Jamu) bersama Acaraki. Termasuk, pelaku industri terkait di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas penguatan Festival Jamu Nusantara 2026 sebagai platform strategis untuk mengangkat jamu sebagai warisan budaya sekaligus produk ekonomi kreatif.
“Kementerian Ekraf siap mendukung inisiatif yang mampu menghubungkan warisan budaya dengan inovasi,” kata Irena.
Sementara itu, Ketua Umum GP Jamu, Jony Yuwono, menegaskan festival ini diharapkan menjadi gerakan budaya nasional berkelanjutan.
Membuka Akses Inovasi

Dukungan pemerintah dinilai penting untuk membuka akses inovasi dan memperluas pasar bagi jamu sebagai bagian dari kuliner tradisional.
“Kami ingin menjadikan festival ini sebagai perayaan tahunan berskala nasional yang mampu mengangkat jamu ke level yang lebih tinggi, baik dari sisi budaya maupun nilai ekonominya,” ujar Jony.
Audiensi juga menyoroti penguatan kekayaan intelektual melalui digitalisasi budaya, salah satunya lewat platform Alih Aksara Nusantara hasil kolaborasi Acaraki.
Inisiatif ini dinilai membuka peluang baru dalam pengembangan desain, branding, hingga kampanye berbasis identitas lokal.
Client Solution Manager PT ADX Asia, Bella Belinda, menambahkan pendekatan kreatif menjadi kunci untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Festival tahun ini dirancang lebih terfokus, digelar selama dua hari dalam satu momentum untuk menciptakan dampak yang lebih masif.
“Festival Jamu Nusantara harus mampu menghadirkan pengalaman autentik yang juga relevan dengan generasi muda. Kita ingin jamu tidak hanya dikenal sebagai tradisi, tetapi menjadi bagian dari lifestyle yang membanggakan,” kata Irena.
Festival Jamu Nusantara 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6–7 Juni 2026 di Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jamu Nasional.
Pemerintah optimistis kolaborasi lintas sektor ini dapat menjadikan jamu sebagai bagian dari “The New Engine of Growth”. Sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di kancah global. ***





