TURISIAN.com – Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa meninjau sejumlah destinasi wisata utama di Bali menjelang libur Lebaran 2026.
Kunjungan yang berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026 itu difokuskan pada aspek keamanan dan keselamatan wisatawan.
Hal ini menyusul proyeksi lonjakan kunjungan selama masa libur panjang Idul Fitri.
Menurut Ni Luh, pemerintah ingin memastikan seluruh destinasi siap menerima peningkatan jumlah wisatawan. Terutama wisatawan domestik yang diperkirakan memadati berbagai tujuan wisata di Indonesia selama periode Lebaran.
“Selain memantau kondisi terkini, kami juga memastikan kesiapan destinasi. Terutama terkait keamanan dan keselamatan wisatawan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu 7 Maret 2026.
Sementara itu, sejumlah lokasi yang dikunjungi antara lain kawasan Uluwatu Temple atau DTW Uluwatu, Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Pantai Melasti, serta Pantai Kuta.
Dalam peninjauan tersebut, Ni Luh didampingi perwakilan industri pariwisata dan Dinas Pariwisata Kabupaten Badung.
Di setiap destinasi, rombongan memeriksa berbagai aspek pengelolaan wisata. Mulai dari manajemen pengunjung, kesiapan layanan, kebersihan kawasan, hingga mitigasi risiko dan antisipasi cuaca ekstrem.
Sedangkan pemerintah juga menyoroti penerapan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan pariwisata.
Kunjungan dimulai dari kawasan Uluwatu yang dikenal dengan panorama tebing kapur yang menghadap langsung ke Samudera Hindia.
Di lokasi itu, Ni Luh meninjau fasilitas penunjang wisata seperti layanan kesehatan, toilet, serta area pertunjukan tari kecak yang menjadi salah satu atraksi favorit wisatawan.
Peninjauan kemudian berlanjut ke kawasan GWK. Di kompleks wisata yang ditandai oleh patung raksasa Garuda Wisnu Kencana tersebut, Ni Luh memeriksa sistem manajemen pengunjung yang disiapkan pengelola.
Kendali Operasional
Termasuk loket tiket, pusat kendali operasional, serta fasilitas kesehatan dan fasilitas umum lainnya.
Ia juga sempat naik ke bagian dalam patung Garuda Wisnu Kencana hingga ke titik tertinggi. Dari sana, panorama Bali dapat terlihat luas. Sekaligus memperlihatkan struktur bagian dalam patung yang menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia.
Sementara itu, di Pantai Melasti dan Pantai Kuta, perhatian diarahkan pada aspek keselamatan wisatawan.
Pemerintah memastikan kesiapsiagaan petugas penyelamat pantai atau Balawista, ketersediaan fasilitas kesehatan, serta dukungan sarana umum di kawasan pesisir yang kerap dipadati wisatawan.
Ni Luh mengatakan pemerintah daerah telah memastikan keberadaan petugas penjaga pantai di seluruh kawasan pantai Kabupaten Badung.
Dengan demikian, jika terjadi insiden, penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Sebelumnya, Kementerian Pariwisata juga telah menerbitkan surat edaran kepada pemerintah daerah, asosiasi pariwisata. Dan pelaku usaha agar memastikan kegiatan wisata selama libur Lebaran berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan bagi wisatawan.
Sementara General Manager DTW Uluwatu I Wayan Wijana mengatakan pihaknya memprediksi lonjakan kunjungan wisatawan berkisar 30 hingga 50 persen selama masa libur Lebaran.
Menurut dia, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 5.000 hingga 6.000 orang per hari.
Pengelola, kata Wayan, telah menyiapkan berbagai sarana pendukung, mulai dari fasilitas sanitasi, sistem pengelolaan sampah, jalur evakuasi, hingga pengaturan arus pengunjung.
Pengelola juga melakukan pemangkasan pohon dan ranting untuk mengantisipasi potensi bahaya pohon tumbang akibat angin kencang di kawasan terbuka tersebut.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, pecalang, serta desa adat setempat.
Di kawasan Uluwatu juga disiagakan pos kesehatan lengkap dengan tenaga medis dan ambulans untuk mengantisipasi keadaan darurat. ***





