TURISIAN.com – Pereli Indonesia Julian Johan mengingatkan masyarakat yang hendak mudik Lebaran menggunakan kendaraan pribadi agar memeriksa kondisi kendaraan secara menyeluruh, terutama ban.
Komponen ini kerap dianggap sepele, padahal menjadi faktor penting keselamatan perjalanan jarak jauh.
Pembalap yang akrab disapa Jeje itu mengatakan, banyak perjalanan mudik terganggu akibat masalah ban yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.
“Ban menentukan apakah perjalanan bisa berjalan lancar atau tidak. Tidak sedikit pemudik terkendala karena persoalan ban,” ujarnya Jeje seperti dikutip dari Antaranews, Rabu 4 Maret 2026.
Menurut dia, pemeriksaan ban tidak cukup hanya melihat kondisi fisiknya. Banyak pengendara mengira ban masih layak pakai karena tampak baik. Padahal tekanan anginnya tidak sesuai rekomendasi pabrikan.
Ia menilai kesalahan paling umum justru terjadi pada tekanan udara ban, baik terlalu rendah maupun berlebihan.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi stabilitas kendaraan. Terlebih saat mobil membawa muatan penuh dan melaju di jalan basah.
Tekanan angin yang terlalu tinggi, kata dia, meningkatkan risiko kendaraan kehilangan kendali atau melintir, terutama ketika hujan.
Sebaliknya, tekanan angin yang kurang juga berbahaya karena dapat memicu kerusakan ban saat perjalanan jauh.
Julian Johan menjelaskan, ban meledak sering kali bukan disebabkan tekanan udara berlebih. Melainkan karena tekanan angin yang kurang akibat kendaraan kelebihan muatan, baik penumpang maupun barang.
Karena itu, ia mengimbau pemudik memastikan tekanan ban selalu mengikuti standar yang ditetapkan pabrikan sebelum memulai perjalanan panjang.
Pemeriksaan sederhana tersebut dinilai dapat mengurangi risiko gangguan teknis sekaligus meningkatkan keselamatan selama arus mudik Lebaran. ***





