Jember Membawa Merah Putih ke Panggung Musik Asia Lewat Asian Music Games 2026

Jember
Ilustrasi Marching Band. (Dok.Turisian.com)

TURISIAN.com — Sebanyak 145 orang akan meninggalkan Jember menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka bukan rombongan wisata.

Atlet, pelatih, dan ofisial Jember Marching Band itu membawa satu misi: mengibarkan Merah Putih dalam Asian Music Games 2026, 4-15 September mendatang.

Minggu sore, Stadion Jember Sport Garden menjadi panggung pelepasan. Musik, seragam pertunjukan, dan semangat kompetisi berpadu dalam Pentas Pamit Jember Marching Band.

Di hadapan jajaran Pemerintah Kabupaten Jember dan masyarakat, kelompok marching band itu memamerkan kesiapan sebelum bertolak ke Malaysia.

“Rombongan yang bertolak ke Malaysia membawa kekuatan penuh demi mengharumkan nama bangsa,” kata Manajer Jember Marching Band, Rizki Setyobudi.

Kontingen itu telah menjalani latihan intensif. Rutinitas latihan menjadi menu utama untuk menjaga ketepatan gerak, musikalitas, dan kekompakan.

Dalam marching band, kesalahan satu orang bisa mengganggu penampilan seluruh barisan.

Tahun ini, mereka datang dengan bekal pengalaman dari kompetisi internasional sebelumnya.

Pada Marching World Band Championship (MWBC) dan National Competition (NATCOMP) 2025 di Stadion Darul Aman, Malaysia, Jember Marching Band mencetak sejarah dengan menjadi juara umum kategori Street Parade.

Prestasi itu bukan hasil dari satu nomor pertunjukan. Indonesia, yang diwakili Jember Marching Band, ketika itu mengikuti lima dari tujuh kategori yang diperlombakan. Kelimanya berbuah juara.

Kini tantangannya berbeda. Asian Music Games 2026 akan mempertemukan kelompok musik dari berbagai negara.

Jember Marching Band kembali harus membuktikan bahwa prestasi sebelumnya bukan sekadar keberuntungan.

Rizki mengatakan seluruh anggota kontingen merupakan putra-putri terbaik daerah yang telah menjalani persiapan dengan disiplin tinggi.

Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat Jember menjadi bagian penting dari perjalanan mereka menuju kompetisi.

“Keberangkatan itu tidak akan mungkin terwujud tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah serta masyarakat Jember,” ujar Rizki.

Dukungan itu pula yang ingin mereka bayar di panggung internasional. Bagi Jember Marching Band, pertandingan di Kuala Lumpur bukan hanya soal mengejar gelar.

Membawa Prestasi

Ada nama daerah dan Indonesia yang ikut dibawa dalam setiap langkah, tiupan alat musik, serta hentakan kaki.

Menjelang keberangkatan, manajemen meminta doa restu masyarakat.

Mereka berharap seluruh anggota kontingen diberi kesehatan dan keselamatan sejak berangkat hingga kembali ke tanah air.

“Mohon doa agar Jember Marching Band dapat mengibarkan kembali bendera Merah Putih setinggi-tingginya,” kata Rizki.

Targetnya jelas, yakni pulang membawa prestasi, kebanggaan, dan medali emas.

Tahun lalu, mereka sudah menunjukkan kemampuan itu di Malaysia. Tahun ini, Jember Marching Band kembali datang bukan sebagai pendatang baru.

Mereka membawa pengalaman, catatan kemenangan, dan tuntutan untuk mempertahankan reputasi.

Di Kuala Lumpur, 145 orang itu akan berbicara dengan bahasa yang mereka kuasai: musik, gerak, dan disiplin barisan. Dari sana, nama Jember dipertaruhkan di panggung Asia.

Pos terkait