TURISIAN.com – Perkumpulan Boen Tek Bio kembali menggelar peringatan YMS Kwan Im Hud Couw Mencapai Kesempurnaan baru-baru ini.
Event yang berlangsung di Kompleks Klenteng Boen Tek Bio, kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang, Jawa Barat tersebut bukan sekadar agenda keagamaan.
Bagi Pemerintah Kota Tangerang, kegiatan tersebut menjadi cerminan kuatnya budaya toleransi yang tumbuh di kota itu.
Sementara itu Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan Perkumpulan Boen Tek Bio selama ini berperan tidak hanya dalam aktivitas keagamaan.
Tetapi juga aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial dan menjaga tradisi budaya.
Menurut dia, kiprah organisasi tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Ini merupakan kontribusi nyata bagi kemajuan dan keharmonisan Kota Tangerang. Sebab kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur. Tetapi juga oleh kuatnya persatuan dan kerukunan masyarakat,” kata Sachrudin.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen menjaga ruang yang aman, damai, dan setara bagi seluruh umat beragama untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing.
Menurut dia, toleransi tidak cukup diwujudkan dalam bentuk kebijakan, tetapi juga melalui sikap saling menghormati dan kepedulian antarsesama.
Sachrudin menilai kepedulian sosial serta semangat membantu sesama merupakan fondasi penting dalam membangun daerah.
Karena itu, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan upaya merawat persatuan masyarakat.
“Kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kerukunan dan persatuan masyarakatnya,” ujarnya.
“Alhamdulillah, semangat toleransi di Kota Tangerang terus terjaga dengan baik dan telah menjadi budaya yang menguatkan kehidupan masyarakat,” sambungnya.
Peringatan tersebut dirangkaikan dengan Malam Puncak Sembahyang Samkay YMS Kwan Im Hud Couw.
Dalam kesempatan itu, Sachrudin menyebut sosok Kwan Im sebagai simbol welas asih, kasih sayang, kepedulian, dan pengabdian kepada sesama.
Nilai-nilai itu, kata dia, relevan untuk terus dirawat sebagai perekat kehidupan masyarakat yang beragam di Kota Tangerang. ***





