Tur Malam Jiayu Pass Hidupkan Warisan Jalur Sutra dan Ekonomi Malam Gansu

Jiayu Pass
Pengunjung menikmati tur malam di kawasan wisata Jiayu Pass di Kota Jiayuguan, Provinsi Gansu, Tiongkok barat laut, pada 5 Agustus 2026. Serangkaian tur malam telah diluncurkan di kawasan wisata Jiayu Pass, menawarkan pengalaman yang imersif bagi pengunjung sekaligus mendorong ekonomi malam hari. (Foto: Xinhua/Chen Bin)

TURISIAN.com – Suasana kawasan wisata Jiayu Pass di Kota Jiayuguan, Provinsi Gansu, Tiongkok barat laut, berubah semarak ketika malam tiba pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Ribuan wisatawan memadati kompleks benteng bersejarah tersebut untuk menikmati rangkaian tur malam yang menghadirkan pengalaman wisata imersif.

Yakni, melalui pertunjukan cahaya, seni pertunjukan, serta teknologi digital.

Di bawah temaram lampu yang menyinari tembok kuno, pengunjung menyaksikan pertunjukan budaya. Dimana atraksi tersebut mengangkat kisah Jalur Sutra dan sejarah Tembok Besar Tiongkok.

Sementara itu proyeksi visual, tata cahaya, serta atraksi panggung menciptakan suasana yang membawa wisatawan seolah kembali ke masa lalu.

Ketika Jiayu Pass menjadi gerbang penting perdagangan antara Tiongkok dan Asia Tengah.

Program tur malam ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam dibandingkan kunjungan pada siang hari.

Selain menikmati panorama benteng berusia ratusan tahun, wisatawan dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif. Pertunjukan yang memadukan unsur sejarah, budaya, dan hiburan modern.

Kehadiran program tersebut sekaligus menjadi strategi untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan di kawasan Jiayuguan.

Peluncuran rangkaian tur malam juga menjadi bagian dari upaya pemerintah setempat menggerakkan ekonomi malam hari.

Dengan bertambahnya aktivitas wisata setelah matahari terbenam, sektor kuliner, perdagangan, dan jasa di sekitar kawasan wisata ikut memperoleh manfaat dari meningkatnya arus pengunjung.

Jiayu Pass merupakan salah satu gerbang paling penting di ujung barat Tembok Besar yang dibangun pada masa Dinasti Ming.

Selain memiliki nilai sejarah tinggi sebagai benteng pertahanan, kawasan ini juga dikenal sebagai jalur strategis di Jalur Sutra kuno yang menghubungkan Tiongkok dengan wilayah Asia Tengah dan Barat. ***

Pos terkait