Homer Coffee, Destinasi Nongkrong “Kalcer” Baru di Jantung Braga

Homer Coffee
Suasana Homer Coffee, di dalam Braga Citywalk, Kota Bandung, Jawa Barat.(Dok.Humas Pemkot Bandung)

 

 

 

 

 

 

TURISIAN.com – Di sudut Jalan Braga yang tak pernah benar-benar sepi, sebuah ruang baru mencoba menawarkan jeda. Namanya Homer Coffee, bersemayam di dalam Braga Citywalk, Bandung.

Kafe ini tidak sekadar menambah deret tempat ngopi di kota kreatif itu, ia datang dengan narasi.

“Homer,” kata pengelolanya, bukan sekadar plesetan dari home. Huruf “R” disematkan dari kata lover.

Rumah yang dicintai, atau lebih tepatnya, tempat persinggahan bagi mereka yang mencari rasa pulang.

Sebuah konsep yang terdengar sederhana, tapi diolah menjadi identitas.

Begitu melangkah masuk, kesan itu segera terasa. Interiornya bersih, cenderung minimalis, dengan sentuhan modern yang tidak berisik.

Pencahayaan hangat jatuh di sudut-sudut ruang, menciptakan suasana yang akrab tanpa kehilangan kesan estetik.

Tata ruangnya rapi, cukup fleksibel untuk sekadar berbincang santai, bekerja dengan laptop. Hingga, pertemuan kecil yang tak formal.

Sementara itu konsep yang mereka sebut “kalcer”—istilah yang belakangan akrab di telinga generasi urban—menjadi benang merah.

Kafe bukan lagi sekadar tempat minum kopi, melainkan ruang sosial, tempat ide berkelindan, sekaligus panggung kecil bagi gaya hidup.

“Homer Coffee ingin menjadi ruang berkumpul yang relevan dengan karakter Kota Bandung sebagai kota kreatif,” ujar Nika, bagian pemasaran Homer Coffee Braga.

BACA JUGA: Kafe Rooftop di Kota Bogor Ini Cocok Buat Ngabisi Waktu Akhir Pekan

Penopang Utama

“Kafe bukan hanya tempat minum kopi, tapi juga tempat lahirnya ide dan interaksi,” sambungnya.

Di luar suasana, menu menjadi penopang utama. Untuk kopi, mereka menawarkan beberapa racikan andalan seperti Kopi Pulse, Kopi Gumelis, dan Kopi Homer.

Pilihan non-kopi pun disiapkan. Mulai dari Mango Tea, Leci Tea, hingga Aren Milk Tea mengakomodasi selera yang lebih luas.

Sedangkan  dari dapur, menu yang dihadirkan cenderung mengarah ke hidangan berat. Seperti, Spaghetti Grill Ribs, Alfredo Steak, Iga Mushrooms, hingga Nasi Sambal Cumi.

Kombinasi yang memperlihatkan upaya kafe ini untuk tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga destinasi.

Di kota yang tak pernah kekurangan kafe, kehadiran Homer Coffee mungkin bukan sesuatu yang revolusioner.

Namun, seperti banyak hal di Bandung, daya tariknya terletak pada bagaimana ruang itu diracik. Yakni,  antara rasa, suasana, dan cerita yang ingin ditinggalkan bagi siapa pun yang datang. ***

Pos terkait