Klenteng Sam Poo Kong Semarang, Penghormatan bagi Laksamana Cheng Ho

Klenteng Sam Poo Kong
Klenteng Agung Sam Poo Kong, Kota Semarang.

TURISIAN.com – Saat liburan di Kota Semarang, Sobat Turisian jangan lupa mampir ke Klenteng Agung Sam Poo Kong atau Klenteng Gedung Batu. Tempat singgah atau petilasan Laksamana Cheng Ho asal China yang beragama Islam. Lokasinya berada di Jalan Simongan, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Laksamana Cheng Ho atau Zheng He terlahir dengan nama Ma San Bao. Itulah mengapa klenteng atau tempat petilasan ini menggunakan nama Sam Poo Kong. Dalam dialek Hokkian, Sam Poo Kong atau San Bao Dong (Mandarin) artinya adalah Gua San Bao.

Sejarah asal muasal Klenteng Agung Sam Poo Kong adalah bermula saat armada Cheng Ho merapat di Pantai Simongan, Semarang. Akibat juru mudinya, Wang Jing Hong sakit keras. Mereka pun menemukan sebuah gua batu dan menjadikannya sebagai tempat beristirahat Laksamana Cheng Ho serta mengobati Wang Jing Hong.

Selagi juru mudinya menyembuhkan diri, Laksamana Cheng Ho melanjutkan pelayaran ke Timur. Untuk menuntaskan misi perdamaian dan perdagangan keramik serta rempah-rempah.

Asal-Usul Pendirian Klenteng Sam Poo Kong

Selama di Simongan, Wang sang juru mudi memimpin anak buahnya menggarap lahan, membangun rumah, dan bergaul dengan penduduk setempat. Hingga lingkungan sekitar gua jadi berkembang dan makmur karena aktivitas dagang maupun pertanian.

Baca juga: Mencoba Kelezatan Wedang Tahu, Kuliner Legendaris Semarang

Demi menghormati pimpinannya, Wang mendirikan patung Cheng Ho di gua batu tersebut. Tujuannya agar dihormati dan dikenang masyarakat sekitar. Inilah latar belakang pendirian Klenteng Gedung Batu ini di Semarang.

Wang sendiri meninggal pada usia 87 tahun dan makamnya ada di sekitar klenteng. Sejak itu, masyarakat menyebutnya sebagai Makam Kyai Juru Mudi. Ketika gua batu runtuh akibat longsor, masyarakat membangun gua buatan yang letaknya bersebelahan dengan Makam Kyai Juru Mudi.

Patung & Ritual di Klenteng Sam Poo Kong

Meskipun Laksamana Cheng Ho seorang muslim, umat Kong Hu Cu atau Tau di area Klenteng membuat patung dan altar Cheng Ho di tempat wisata religi Semarang ini. Karena mereka menganggap orang yang sudah meninggal dapat memberikan pertolongan kepada mereka.

Kemudian setiap tahunnya bertepatan tanggal 29 Lak Gwee, rutin diadakan upacara ritual memperingati peringatan kedatangan Laksamana Cheng Ho ke Semarang. Upacara ini dimulai dengan pawai dari Klenteng Tay Kak Sie Gang lombok menuju Klenteng Gedung Batu.

Dalam perjalanannya, Klenteng Agung ini sudah beberapa kali menjalani pemugaran. Selain karena situasi politik yang tidak menentu pasca kemerdekaan, banjir juga menjadi salah satu masalah utamanya.

Baca juga: Bukit Cinta Ambarawa, Spot Terbaik Menikmati Keindahan Rawa Pening Semarang

Pada Januari 2002, Yayasan Sam poo Kong selaku pengelola melakukan revitalisasi besar-besaran. Pemugaran tersebut selesai pada Agustus 2005, bersamaan dengan perayaan 600 tahun kedatangan Laksamana Cheng Ho di Pulau Jawa.*

 

 

 

Sumber & Foto: Disbudpar Kota Semarang

Pos terkait