Tari Perang Falabea, Lambang Semangat dari Tanah Papua

Tari Perang Falabea
Para penari dalam tarian falabea khas Papua. ( Instagram.com / @kemenparekraf.ri)

TURISIAN.com – Keragaman budaya dari tanah Papua memang tidak pernah membosankan untuk ditelusuri, salah satunya adalah ragam tarian khasnya seperti tari perang falabea.

Setiap gerakan dari tari Falabea sangat unik, terlihat indah namun dalam waktu yang bersamaan juga nampak begitu gagah.

Karena tari Falabea bukanlah sekedar bentuk kesenian melalui ungkapan gerak, melainkan juga simbol semangat juang yang membara dari masyarakat Papua.

Dikutip TURISIAN.com- dari Instagram @kemenparekraf.ri pada Kamis, 7 April 2022, sobat Turisian diajak untuk menyelami keindahan gerakan serta sisi magis dari tarian falabea khas Papua.

Tari Perang Lambang Semangat Juang

Falabea memiliki arti perang, sehingga bila ditafsirkan, tari falabea memiliki arti gerakan yang melambangkan sifat kepahlawanan.

Bagi masyarakat Papua, tarian ini memiliki sifat yang sangat sakral dan hanya dibawakan pada peringatan-peringatan tertentu.

BACA JUGA: Buah Merah, Rahasia Kecantikan Wanita Papua dan Segudang Manfaat Lainnya

Makna mendalam dari tari falabea juga dimaknai sebagai gerakan tubuh yang mencerminkan bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Keindahan Tari Falabea

Biasanya tari falabea dipentaskan oleh minimal 7 orang pria yang tampil dengan mengenakan pakaian khusus, busana tersebut berupa rok yang terbuat dari akar serta daun, kemudian ikat kepala khas papua, kalung serta manik-manik.

Gerak tangan para penari falabea pun semakin terlihat indah karena pergelangan tangan mereka juga dihiasi oleh gelang yang terbuat dari bulu-bulu.

Tidak berhenti sampai disitu saja, tubuh para penari falabea juga dilukis dengan menggunakan motif khas Papua.

Terlihat semakin gagah, para penari akan dilengkapi dengan perlengkapan senjata tradisional Papua berupa panah, dan khusus untuk penari yang berperan sebagai kepala suku, dirinya akan mengenakan aksesori pada bagian hidung yang sekilas menyerupai taring babi.

BACA JUGA: Anggi Giji dan Anggi Gida, Pasangan Danau Memesona di Tanah Papua

Derap Musik Menyerupai Iringan Perang

Inilah yang membuat suasana dari tari falabea terasa semakin hidup. Jenis musik yang menjadi pengiring tari perang ini seakan menambah suasana magis selama tarian berlangsung.

Untuk menambah semangat dari para penari. Tabuhan tifa mengawali derap musik yang kemudian diiringi dengan alat musik tiup yang terbuat dari kerang.

Melodi semarak ditambah dengan lantunan lagu serta sorak-sorai dari para penarinya yang membuat suasana terasa penuh dengan  semangat yang membara.

Tarian perang ini didominasi dengan gerak tari membawa panah serta tombak yang dilakukan sembari berlari dan juga menyerang.

Falabea mampu menyuguhkan keindahan gerak layaknya perang yang menggambarkan kebersamaan serta persatuan melalui arti yang mendalam.

BACA JUGA: Selisik Misteri Lukisan Mirip Alien di Dinding Gua Kontilola Wamena

Dalam proses tariannya, tari Falabeo memiliki tifa skenario yang terbagi ke dalam tiga kelompok. Yyaitu kelompok yang berperan sebagai musuh, pasukan sendiri serta peran kepala suku.

Momen yang menjadi pusat perhatian dalam tari falabea adalah ketika sang ketua suku masuk dan berada di atas.

Seolah-olah sedang melihat situasi sekitar, kemudian perang akan dimulai ketika kepala suku memberikan perintahnya.

Keindahan Tari Falabea Sebagai Daya Tarik Wisata

Cerminan kepahlawanan dari bumi Cendrawasih ini dinilai mampu menjadi salah satu pesona budaya Indonesia yang memiliki daya tarik wisata yang cukup tinggi.

Maka, tidak mengherankan jika keberadaan tari falabea mampu menarik minat dari wisatawan lokal dan mancanegara untuk menyelami ragam keindahan Papua.

Salah satu acara yang cukup populer dan sering dikunjungi para wisatawan untuk melihat secara langsung tari perang ini adalah di Festival Lembah Baliem.

BACA JUGA: Sensasi Berenang Bersama Hiu Paus di Perairan Berau Kaltim

Festival tersebut telah menjadi acara tahunan yang rutin digelar oleh masyarakat setempat.

Festival Lembah Baliem biasanya dilaksanakan pada bulan Agustus, jadi pastikan untuk melihat keindahan tari falabea jika sobat turisian kebetulan mengunjungi Papua di tanggal tersebut ya.

Event budaya dari tanah Papua tersebut tidak pernah sepi pengunjung, dan merupakan salah satu festival budaya berskala internasional kebanggaan Indonesia.

Tahun 1989 merupakan awal mula terselenggaranya Festival Lembah Baliem. Dan sampai sekarang pun keberadaannya masih dipertahankan oleh pemerintah setempat.

Hal ini untuk memperlihatkan kekayaan budaya dari tanah Papua, salah satunya adalah tari Falabea.

***

Pos terkait