TURISIAN.com – Di antara deretan mobil baru dan kendaraan konsep yang dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Daihatsu menghadirkan sebuah kejutan.
Tidak saja berbicara soal tenaga atau teknologi. Pabrikan asal Jepang itu justru mengajak pengunjung bernostalgia lewat Ayla Modern Vintage. Sebuah interpretasi baru atas city car mungil dengan sentuhan desain klasik.
Mobil berwarna pink pastel itu menjadi salah satu magnet di area utama booth Daihatsu.
Balutan warna lembut dipadukan aksen putih gading (ivory), menghadirkan nuansa mobil-mobil Eropa dan Jepang era 1960 hingga 1980-an.
Kendati demikian, siluet All New Ayla generasi terbaru masih mudah dikenali.
Daihatsu tidak mengubahnya menjadi mobil modifikasi ekstrem. Sebaliknya, pabrikan itu memilih pendekatan visual yang sederhana.
Dengan cara ini Ayla Modern Vintage tetap terlihat sebagai kendaraan yang realistis digunakan setiap hari.
Perubahan paling mencolok tampak pada wajah mobil. Lampu utama dirancang ulang sehingga karakter kap mesin berubah menjadi lebih datar dan bersih.
Sementara itu Gril besar khas Ayla menghilang, digantikan panel berwarna putih gading yang membuat tampilan depan terasa minimalis.
Karakter Retro
Bukaan udara dipersempit, sementara kisi-kisi bawah diberi warna senada dengan bodi sehingga seluruh bagian depan tampak menyatu.
Emblem tulisan “Daihatsu” berwarna hitam menjadi sentuhan kecil yang memperkuat karakter retro.
Kesan klasik berlanjut pada sektor kaki-kaki. Ayla Modern Vintage menggunakan pelek dengan dop roda bergaya lawas, mengingatkan pada city car yang pernah menghiasi jalanan beberapa dekade silam.
Profil ban tetap dipertahankan sehingga kenyamanan berkendara tidak dikorbankan.
Di sisi bawah bodi, side skirt berwarna putih gading memberi ilusi postur mobil yang lebih rendah tanpa perlu mengubah konfigurasi suspensi.
Sedangkan konsep two-tone paint menjadi benang merah desain mobil ini. Atap dicat putih gading, serasi dengan warna spion, gagang pintu, hingga spoiler belakang.
Permainan dua warna tersebut membuat Ayla tampil layaknya hatchback klasik yang lahir kembali dalam kemasan modern.
Kaca samping dan belakang yang menggunakan lapisan film gelap menciptakan kontras dengan warna bodi yang cerah.
Pada buritan, Daihatsu memilih tidak banyak melakukan perubahan. Lampu belakang tetap menggunakan desain bawaan All New Ayla.
Aksen Purih Gading
Sementara bumper mendapat sentuhan aksen putih gading agar selaras dengan tema keseluruhan kendaraan.
Meski penampilannya berubah drastis, sektor mekanis dibiarkan tetap utuh.
Ayla Modern Vintage masih mengandalkan platform DNGA, mempertahankan dimensi kompak serta konfigurasi lima penumpang.
Seperti model produksi massalnya. Pilihan itu memperlihatkan bahwa konsep ini lebih menekankan personalisasi desain ketimbang mengejar peningkatan performa.
Lewat Ayla Modern Vintage, Daihatsu seolah ingin menunjukkan bahwa modifikasi tidak selalu identik dengan perubahan radikal.
Sentuhan warna, detail, dan proporsi yang tepat sudah cukup menghadirkan karakter baru—mengawinkan nostalgia masa lalu dengan kebutuhan mobilitas perkotaan masa kini. ***





