TURISIAN.com – Kota Bandung belum sepenuhnya terjaga ketika para pelari mulai memenuhi kawasan Balai Kota Bandung, Sabtu, 19 September 2026.
Udara dini hari menjadi latar bagi ribuan peserta Pocari Sweat Run 2026 yang bersiap menempuh kategori 10 kilometer.
Flag off dilakukan dalam tiga tahap. Gelombang pertama dilepas sekitar pukul 04.50 WIB. Disusul dua gelombang berikutnya hingga sekitar pukul 05.20 WIB.
Dari kawasan Balai Kota, para pelari bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan yang biasanya baru ramai setelah matahari naik.
Bagi Pemerintah Kota Bandung, lomba lari itu bukan sekadar urusan olahraga.
Sementara itu Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut Pocari Sweat Run sebagai salah satu agenda besar yang rutin mengisi kalender kota.
“Pada dasarnya, ini merupakan salah satu event yang terbesar ada di Kota Bandung setiap tahun,” kata Farhan.
Menurut dia, besarnya jumlah peserta membuat kegiatan tersebut membawa konsekuensi yang lebih luas.
Ribuan orang datang, menginap, makan, berbelanja, dan menghabiskan akhir pekan di Bandung.
Aktivitas Ekonomi
Perputaran aktivitas itu ikut menyentuh sektor ekonomi kota.
“Penuh dengan tantangan, banyak sekali orang datang, jalan dua hari, full weekend, tapi juga memberikan dampak yang luar biasa,” ujar Farhan.
Dampaknya tak berhenti pada kebugaran peserta. Event olahraga semacam ini, kata Farhan, juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi Kota Bandung.
Konsekuensinya terlihat di jalan raya. Sejumlah ruas harus ditutup atau dialihkan untuk memberi ruang bagi pelari.
Sedangkan bagi pengguna kendaraan, kondisi itu bisa berarti perjalanan yang lebih panjang. Namun pemerintah kota menganggap gangguan tersebut bersifat sementara.
“Memang ada beberapa jalan yang lumayan agak tertutup, tapi cuma sebentar kok,” kata Farhan. “Pukul 07.00 WIB, semua sudah dibuka lagi.”
Pocari Sweat Run 2026 berlangsung sepanjang akhir pekan, 19–20 September. Hari pertama diisi kategori 10K.
Ribuan pelari menjadikan jalan-jalan Bandung bukan hanya sebagai lintasan lomba. Melainkan juga ruang publik yang berubah sejenak menjadi panggung olahraga massal.
Sejak subuh, Bandung pun berlari. ***





