TURISIAN.com – Deretan rak buku memenuhi ruang utama Bikasoga Sport Center, Kota Bandung, Senin, 3 Agustus 2026. Sejak pintu dibuka, pengunjung berdatangan silih berganti.
Ada keluarga yang menggandeng anak-anaknya, mahasiswa yang membawa daftar buku incaran. Hingga para pemburu buku yang tak ingin melewatkan potongan harga dalam Big Bad Wolf (BBW) X-Treme Sale 2026.
Pameran buku yang berlangsung hingga 9 Agustus itu menghadirkan ribuan judul dari berbagai genre.
Buku anak, novel, sejarah, bisnis, komik, hingga buku pengembangan diri tersusun rapi di rak-rak yang dipadati pengunjung di Bikasoga Sport Center.
Sebagian datang dengan tujuan tertentu, sebagian lain menikmati sensasi menemukan buku yang tak disangka-sangka.
Di antara keramaian itu, rombongan siswa SD Hikmah Teladan tampak antusias menyusuri lorong-lorong rak buku.
Mereka saling menunjukkan buku yang menarik perhatian, membaca sampul, lalu berdiskusi sebelum memasukkannya ke dalam keranjang belanja.
Star Wars
Faris, siswa kelas VI SD Hikmah Teladan, mengaku senang bisa datang bersama teman-temannya. Dari sekian banyak pilihan, buku Star Wars menjadi pilihannya.
“Kegiatan di sini seru karena banyak buku dan bisa bertemu teman-teman. Aku juga membeli buku Star Wars,” katanya.
Bagi Faris, pengalaman memilih buku secara langsung menjadi bagian yang tak kalah menyenangkan dibandingkan membawa pulang buku itu sendiri.
Hal serupa dirasakan Kira, teman sekelasnya. Ia menghabiskan waktu cukup lama menyusuri rak demi rak sebelum akhirnya menemukan buku berjudul Laut Sebelum Pasang.
“Acaranya seru, buku-bukunya banyak, dan mencari buku di sini juga menyenangkan. Aku memilih buku berjudul Laut Sebelum Pasang,” ujarnya.
Antusiasme tidak hanya datang dari kalangan pelajar.
Rania, seorang mahasiswa di Bandung, menilai BBW X-Treme Sale menjadi kesempatan langka untuk menemukan buku-buku yang kini mulai sulit dijumpai di toko buku konvensional.
Harga promosi yang ditawarkan juga membuat koleksi bacaan lebih mudah dijangkau.
Budaya Membaca
“Senang banget karena acara seperti ini tidak sering diadakan dan setiap penyelenggaraannya selalu meriah. Banyak buku yang sekarang sudah jarang ditemukan di toko buku, tetapi di sini bisa ditemukan lagi dengan harga sale,” kata Rania.
Menurut dia, kehadiran pameran semacam ini bukan sekadar tempat berburu buku murah. Melainkan ruang yang mempertemukan masyarakat dengan budaya membaca.
Ia berharap kegiatan serupa terus diperluas agar semakin banyak keluarga dan anak-anak memiliki akses terhadap buku berkualitas.
“Semoga ke depannya semakin baik dan bisa diakses oleh lebih banyak keluarga. Semoga juga semakin banyak ruang yang mendukung peningkatan literasi masyarakat,” tuturnya.
Di tengah gempuran bacaan digital dan konten serba cepat, keramaian BBW X-Treme Sale menunjukkan bahwa buku cetak masih memiliki tempat di hati masyarakat.
Pameran ini bukan sekadar menawarkan diskon, tetapi juga menghadirkan pengalaman memilih.
Membuka halaman demi halaman, lalu membawa pulang bacaan yang mungkin akan menemani pembacanya dalam waktu yang panjang. ***





