Merlier Menang Tipis di Bordeaux, Tradisi Quick-Step Berlanjut

Merlier
Merlier, pembalap Soudal Quick-Step mengangkat karangan bunga di atas podium setelah berhasil finish di etape ketujuh Tour de France 2026 menuju Bordeaux, Jumat, 10 Juli 2026. (Instagram/@soudalquickstepteam)

TURISIAN.com – Tim Merlier nyaris kehilangan peluang. Posisi pembalap Soudal Quick-Step itu sempat terjepit di belakang Jasper Philipsen.

Itu terjadi, ketika rombongan memasuki kilometer terakhir etape ketujuh Tour de France 2026 menuju Bordeaux, Jumat, 10 Juli.

Namun, dalam beberapa puluh meter terakhir, sprinter asal Belgia itu menemukan celah, melesat, lalu menyambar garis finis lebih dulu.

Kemenangan itu menjadi etape keempat Merlier sepanjang penampilannya di Tour de France.

Ia sebelumnya merebut satu kemenangan pada edisi 2021 dan dua kemenangan pada 2025.

“Posisi saya sempat kacau, tetapi rekan-rekan setim melakukan pekerjaan yang luar biasa,” ujar Merlier seperti dikutip dari laman resmi Tour de France.

Menurut dia, setelah sempat kehilangan posisi akibat dorongan di tengah rombongan, satu-satunya pilihan adalah terus bertarung hingga garis finis.

“Setelah semua kerja keras kami, akhirnya kami mendapatkan hasil yang pantas,” ujarnya.

Merlier mengungguli Philipsen, pembalap Alpecin-Premier Tech yang lebih dulu melancarkan sprint.

Di belakang keduanya, Soren Waerenskjold dari Uno-X Mobility finis di posisi ketiga. Disusul Biniam Girmay dari NSN. Philipsen akhirnya harus puas menempati urutan kelima.

Sementara itu etape sepanjang rute Hagetmau-Bordeaux memang sejak awal diperkirakan menjadi panggung para sprinter.

Lintasan yang nyaris seluruhnya datar dengan total elevasi sekitar 850 meter membuat peluang breakaway relatif kecil bertahan hingga finis.

Meski demikian, Baptiste Veistroffer dari Lotto Intermarché dan Jake Otruba dari Caja Rural-Seguros RGA sempat mencoba peruntungan dengan memisahkan diri dari rombongan utama sejak awal balapan.

Upaya keduanya tidak pernah benar-benar mengancam karena terus dikontrol oleh Soudal Quick-Step dan Alpecin-Premier Tech.

Dua tim itu bergantian menjaga selisih waktu agar balapan berakhir dengan sprint massal.

Strategi tersebut berjalan sesuai rencana. Memasuki kilometer terakhir, Alpecin-Premier Tech memimpin iring-iringan dan membuka jalan bagi Philipsen.

Namun, momentum berubah dalam hitungan detik ketika Merlier muncul dari belakang dan menyalip tepat menjelang garis finis.

Kemenangan itu bukan hanya menambah koleksi etape Merlier, tetapi juga memperpanjang tradisi Soudal Quick-Step.

Dimana pada capaian ini  selalu memenangi sedikitnya satu etape Tour de France dalam setiap edisi sejak 2013.

Bordeaux pun kembali menjadi kota yang bersahabat bagi pembalap Belgia. Hingga kini, mereka telah mengoleksi 24 kemenangan etape di kota tersebut.

Sedsangkan pada kelompok favorit juara umum, tidak terjadi perubahan berarti. Tadej Pogacar dari UAE Emirates-XRG menyelesaikan etape bersama rombongan utama tanpa kehilangan waktu.

Pembalap Slovenia itu tetap mempertahankan jersei kuning dan akan memimpin klasemen umum saat Tour de France memasuki etape kedelapan menuju Bergerac. ***

Pos terkait