TURISIAN.com – Lembaran batik bermotif Lasem dan Yogyakarta berpadu dengan bunga-bunga khas Hungaria. Karya-karya itu memenuhi ruang Museum Seni Rupa dan Keramik di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.
Ini bukan sekadar pameran seni, melainkan penanda hubungan Indonesia dan Hungaria yang memasuki usia 70 tahun.
Pameran bertajuk Threads of Wax digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-499 Jakarta.
Di hadapan para tamu undangan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kolaborasi para seniman dari kedua negara sebagai wujud diplomasi yang hidup melalui kebudayaan.
“Ini bukan sekadar pameran seni, tetapi juga menjadi simbol kuat hubungan Indonesia dan Hungaria yang telah terjalin selama hampir tujuh dekade dan terus berkembang di berbagai bidang,” kata Pramono saat membuka pameran tersebut, baru-baru ini,
Menurut Pramono, hubungan Jakarta dan Budapest tidak dibangun dalam waktu singkat. Kedua kota telah menjalin kerja sama sister city sejak 2 Februari 2009.
Selama itu pula, berbagai program pertukaran di bidang seni, budaya, dan kepemudaan terus berjalan.
Di antara karya yang dipamerkan, perhatian Pramono tertuju pada batik rancangan desainer Hungaria.
Motif tradisional Indonesia dipadukan dengan ornamen bunga khas Hungaria tanpa kehilangan karakter masing-masing.
Perpaduan itu, menurut dia, menghadirkan bahasa visual baru yang memperlihatkan bagaimana dua budaya dapat saling melengkapi.
“Saya melihat sendiri hasilnya di luar dugaan. Mungkin baru pertama kali saya melihat secara langsung batik yang dibuat oleh desainer Hungaria dengan warna-warna yang begitu kuat dan penuh warna” ujarnya.
Apalagi batik tersebut menampilkan kekhasan batik Indonesia, terutama Lasem dan Yogyakarta, yang dipadukan dengan motif bunga khas Hungaria.
“Kombinasi ini menunjukkan kolaborasi budaya yang luar biasa,” tambah Pramono.
Memperluas Jaringan Internasional
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Pramono, tengah memperluas jejaring kerja sama internasional menjelang Jakarta memasuki usia lima abad pada 2027.
Pendidikan, ekonomi kreatif, inovasi perkotaan, dan pembangunan berkelanjutan menjadi sejumlah sektor yang diprioritaskan.
Hungaria dipandang sebagai salah satu mitra penting, terutama di bidang pendidikan. Negara itu selama ini menjadi tujuan studi mahasiswa Indonesia melalui berbagai program beasiswa.
Pramono berharap kerja sama pendidikan dapat diperluas sehingga melengkapi kolaborasi yang selama ini telah terjalin di bidang seni, budaya, dan pertukaran pemuda.
“Kami berharap hubungan Jakarta dengan Budapest maupun Indonesia dengan Hungaria akan semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat kedua belah pihak,” katanya.
Hubungan Indonesia dan Hungaria memang tidak hanya bertumpu pada diplomasi budaya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Hungaria mendukung pembangunan 36 instalasi pengolahan air di berbagai daerah di Indonesia.
Pemerintah negara itu juga menyediakan sekitar 110 beasiswa penuh setiap tahun bagi mahasiswa Indonesia.
Di sektor industri, sekitar 2.500 pekerja Indonesia kini bekerja di Hungaria. Terutama pada industri kendaraan listrik.
Deretan kerja sama itu menjadi fondasi yang memperkuat hubungan bilateral kedua negara, sementara Threads of Wax menghadirkan sisi lain diplomasi: mempererat persahabatan melalui karya seni. ***





