TURISIAN.com – Di tengah ketidakpastian geopolitik global, pemerintah justru melihat celah baru bagi industri animasi Indonesia.
Ketika rantai produksi dunia terganggu dan biaya meningkat, studio animasi Indonesia dinilai memiliki kesempatan.
Yakni, untuk mengambil alih pasar domestik sekaligus memperluas jejak ke luar negeri.
Pandangan itu disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya seusai peluncuran Indonesia Animation Report 2026 di Jakarta, Selasa 19 Mei 2026.
Menurut dia, gejolak global tidak selalu menghadirkan ancaman. Dalam situasi tertentu, krisis justru membuka ruang bagi pemain lokal untuk tumbuh.
“Justru kita melihat dengan kondisi geopolitik ini ada peluang,” ujar Riefky.
Kenaikan biaya produksi global, kata dia, membuat pasar membutuhkan alternatif yang lebih efisien. Di titik itulah industri animasi nasional dinilai dapat mengambil peran.
Pemerintah kini mendorong studio animasi dalam negeri tidak sekadar menjadi pelaksana proyek asing, melainkan juga menjadi pemasok utama konten bagi pasar nasional.
Riefky menyebut penguatan pasar domestik sebagai prioritas awal sebelum memperluas ekspansi ke luar negeri.
“Yang paling penting dulu pertama, menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” katanya.
Dorongan itu tidak berhenti pada produksi jasa animasi. Pemerintah juga mulai menaruh perhatian pada pengembangan intellectual property (IP) lokal.
Mulai dari karakter, cerita, hingga semesta kreatif yang bisa dikembangkan lintas platform.
Momentum geoekonomi dunia
Model bisnis berbasis IP dinilai memiliki nilai ekonomi jangka panjang sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di pasar global.
Riefky menilai momentum geoekonomi dunia saat ini dapat menjadi titik masuk bagi produk kreatif Indonesia.
Ketika pasar internasional mulai mencari sumber produksi baru di luar pusat-pusat industri lama, Indonesia dianggap memiliki peluang untuk tampil lebih menonjol.
Di sisi lain, pelaku industri merasakan langsung dampak perlambatan global.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) Daryl Wilson mengatakan proyek animasi luar negeri yang selama ini menjadi sumber pekerjaan sejumlah studio Indonesia mulai berkurang.
“Kondisi politik di dunia memang sangat ber-impact kepada proyek-proyek yang muncul dari dunia,” kata Daryl.
Situasi itu, menurut dia, menjadi pengingat bahwa industri animasi nasional tidak bisa terus bergantung pada pasar outsourcing dari luar negeri.
Karena itu, kemunculan proyek-proyek lokal menjadi semakin penting untuk menjaga keberlangsungan ekosistem industri.
Indonesia Animation Report 2026 sendiri diluncurkan sebagai laporan komprehensif yang memetakan kondisi, potensi, serta tantangan industri animasi nasional.
Laporan tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi pemerintah dan pelaku industri dalam menyusun arah pengembangan animasi Indonesia di tengah perubahan lanskap ekonomi global. ***





