InJourney Perkuat Ekosistem Wisata, Gandeng Klook Bidik Wisatawan Global

InJourney
Direktur Komersial InJourney, Veronica H Sisilia. (Foto: Sarinah)

TURISIAN.com – Di tengah persaingan industri wisata global yang kian ketat, InJourney mencoba merapatkan simpul ekosistem pariwisata nasional.

Holding BUMN aviasi dan pariwisata itu menyiapkan serangkaian strategi kolaborasi demi memperluas jangkauan promosi destinasi Indonesia.

Sekaligus memperbaiki pengalaman wisatawan sejak tiba di pintu masuk negara.

Sementara itu Direktur Komersial InJourney, Veronica H Sisilia, mengatakan perusahaan kini mengemban mandat strategis di bawah naungan Danantara untuk mengintegrasikan sektor aviasi dan pariwisata nasional.

“InJourney telah berkomitmen membangun ekosistem pariwisata yang lebih kuat dan terhubung,” kata Veronica dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu lalu.

Melalui enam klaster bisnis InJourney berupaya memperkuat konektivitas perjalanan dan memperluas promosi wisata Indonesia.

Layanan kebandarudaraan

Mulai dari pengelolaan bandara, layanan kebandarudaraan, destinasi wisata, hospitality, retail, hingga pengembangan kawasan.

Perusahaan juga menargetkan terciptanya pengalaman perjalanan yang lebih seamless bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sedangkan salah satu langkah yang ditempuh adalah menggandeng platform perjalanan digital Klook.

Kolaborasi itu diarahkan untuk memperbesar eksposur destinasi Indonesia melalui kanal digital global yang dinilai sejalan dengan perilaku wisatawan modern.

Menurut Veronica, kerja sama tersebut tidak berhenti pada promosi destinasi semata. InJourney dan Klook juga menyiapkan kampanye terpadu melalui aktivasi digital.

Seperti kolaborasi dengan key opinion leader (KOL) dan influencer, hingga promosi aktivitas wisata serta pengalaman lokal yang tersedia di platform Klook.

Konversi Kunjungan

Strategi itu diharapkan dapat mendorong konversi kunjungan wisatawan secara lebih konkret.

InJourney menilai kemudahan akses informasi dan layanan digital kini menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan perjalanan wisata.

Karena itu, perusahaan berupaya menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai destinasi yang kaya atraksi. Tetapi juga mudah diakses melalui ekosistem perjalanan digital global.

Veronica juga menekankan pentingnya membangun pengalaman wisata yang positif sejak wisatawan pertama kali tiba di Indonesia.

Menurut dia, penguatan ekosistem pariwisata tidak dapat dilakukan sendirian.

InJourney membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan berbagai perusahaan.

Caranya, melalui promosi bersama, inisiatif pemasaran, maupun pengembangan bisnis pariwisata lainnya.

“Kami percaya kolaborasi ini akan menciptakan peluang baru untuk meningkatkan pengalaman perjalanan. Termasuk, memperluas eksposur destinasi, dan mendukung perkembangan industri pariwisata Indonesia,” ujarnya. ***

Pos terkait