TURISIAN.com – Kematian dua anak harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo menyeret perhatian lintas negara.
Hara dan Huru, dua anak harimau yang lahir di lembaga konservasi itu, mati akibat infeksi virus feline panleukopenia pada Maret 2026. Kabar tersebut rupanya tak berhenti di dalam negeri.
“Atas izin Kementerian Kehutanan, kami ikut memantau,” kata CEO Faunaland Indonesia sekaligus perwakilan di Indonesia, Danny Gunalen, Kamis, 12 Mei 2026.
Menurut Danny, kematian dua satwa itu sudah menjadi perhatian komunitas konservasi internasional.
Sejumlah dokter hewan dari India ikut diterjunkan untuk memeriksa kondisi satwa di kebun binatang tersebut.
“Berita ini sudah sampai ke luar negeri,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kondisi satwa di Bandung Zoo masih dalam batas terkendali.
Namun, tim medis mengingatkan pengelola agar tidak kembali kecolongan.
“Masih terpantau dan terkendali. Tapi tidak boleh lengah lagi,” kata Danny.
Salah satu dokter hewan yang ikut melakukan pemeriksaan ialah drh. Shafira, tenaga medis perwakilan Vantara di Indonesia.
Dari hasil pemantauan, terdapat sejumlah satwa yang memerlukan perhatian khusus.
Seekor gajah diketahui mengalami abses, sementara gajah lainnya mengalami luka pada bagian kaki.
Perawatan terhadap satwa-satwa itu, kata Shafira, membutuhkan waktu panjang.
Selain keterbatasan tenaga medis, pengobatan juga memerlukan dukungan obat-obatan tertentu.
Tim Vantara disebut ikut membantu penyediaan suplai medis selama proses penanganan berlangsung.
Sementara itu, perhatian lain tertuju pada seekor macan tutul yang mengalami pembesaran pada bagian abdomen.
Sedangkan tim dokter kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk x-ray, untuk mengetahui penyebab kondisi tersebut.
Faktor obesitas dan usia lanjut membuat pengaturan pakan satwa itu harus lebih ketat.
Tak hanya masalah fisik, tim dokter juga menemukan indikasi stres pada beberapa satwa, salah satunya owa.
Gejalanya terlihat dari perilaku repetitif atau gerakan yang dilakukan berulang-ulang.
“Itu harus menjadi perhatian,” kata Shafira.
Meski demikian, ia menegaskan kondisi satwa di Bandung Zoo secara umum masih dapat dipantau dan dikendalikan. ***





