Xiaomi SU7 Kian Moncer, 80 Ribu Konsumen Sudah Bayar Uang Muka

Xiaomi SU7
Penampakan mobil besutan terbaru pabrikan China, Xiaomi SU7. (Dok.IG)

TURISIAN.com – Dalam tempo kurang dari dua bulan, sedan listrik Xiaomi SU7 kembali menunjukkan daya tariknya di pasar otomotif Cina.

Xiaomi Auto mengklaim pesanan model terbaru SU7 telah melampaui 80 ribu unit sejak diluncurkan pada 20 Maret 2026.

Angka itu bukan sekadar peminat di atas kertas. Seluruhnya disebut sudah disertai pembayaran uang muka.

Laporan Carnewschina menyebutkan, mobil ini dipasarkan dalam tiga varian dengan banderol 219.900 yuan hingga 303.900 yuan atau sekitar Rp 560 juta sampai Rp 774 juta.

Xiaomi tampaknya mulai merapikan strategi produknya. Sejak 6 Mei lalu, sejumlah konfigurasi dihentikan. Mulai dari pilihan warna magenta dan hitam untuk varian bawah hingga paket gaya edisi khusus pada tipe Max.

Perubahan juga terjadi pada pilihan velg. Konfigurasi 20 inci kini hanya tersedia untuk kombinasi warna dan varian tertentu.

Beberapa pilihan interior-eksterior bahkan sudah tak lagi bisa dipesan.

Langkah itu memberi sinyal Xiaomi mulai mengendalikan produksi agar lebih efisien di tengah lonjakan permintaan.

Motor V6S Plus

Di balik perubahan tersebut, jantung mekanis SU7 tetap dipertahankan. Seluruh varian memakai motor V6S Plus buatan Xiaomi.

Tipe Standard dan Pro menghasilkan tenaga 235 kW, sedangkan varian Max mengusung sistem dual-motor dengan tenaga mencapai 508 kW.

Kapasitas baterainya pun berbeda-beda. Varian Standard dibekali baterai 73 kWh, Pro memakai 96,3 kWh, sementara Max menggunakan baterai 101,7 kWh.

Dalam pengujian standar CLTC, masing-masing diklaim mampu menempuh jarak 720 kilometer, 902 kilometer, dan 835 kilometer.

Secara dimensi, SU7 hadir sebagai sedan bongsor dengan panjang hampir lima meter dan wheelbase 3 meter.

Interiornya dipenuhi pendekatan digital khas Xiaomi: layar tengah 16,1 inci, panel instrumen putar 7,1 inci, hingga head-up display.

Fitur LiDAR dan sistem bantuan berkendara Xiaomi HAD juga menjadi perlengkapan standar di seluruh varian.

Namun, di tengah gegap gempita pemesanan, performa penjualan bulanan Xiaomi Auto justru bergerak fluktuatif.

Data China EV DataTracker mencatat penjualan domestik Xiaomi Auto pada Maret 2026 mencapai 21.440 unit, turun 26,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sebelumnya, perusahaan membukukan penjualan 39.002 unit pada Januari dan 20.414 unit pada Februari.

Puncak penjualan sejauh ini masih terjadi pada Desember 2025 dengan 50.212 unit. Pangsa pasarnya sendiri bergerak di kisaran 1,3 hingga 2,5 persen dalam beberapa bulan terakhir.

Xiaomi menyebut pengiriman kendaraan pada April 2026 telah melampaui 30 ribu unit.

Sedangkan untuk model anyar Xiaomi YU7 GT dijadwalkan meluncur resmi pada akhir Mei mendatang.

Di tengah persaingan ketat mobil listrik murah di Cina, Xiaomi memilih tetap bermain di kelas menengah.

Perusahaan sebelumnya menegaskan tidak berencana menghadirkan mobil listrik entry-level dengan harga di bawah 100 ribu yuan.

Dengan posisi itu, SU7 diproyeksikan tetap menjadi senjata Xiaomi untuk membidik konsumen yang mencari kendaraan listrik berteknologi tinggi, bukan sekadar murah. ***

Pos terkait