TURISIAN.com – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, melihat sesuatu yang kerap luput dari radar kebijakan, yaitu industri kustom otomotif.
Di tangan para modifikator lokal, kendaraan tak lagi sekadar alat transportasi, melainkan produk kreatif bernilai tinggi. Bahkan berpotensi menembus pasar ekspor.
Pada Jumat siang, 24 April lalu, Irene menyambangi Motovillage, sebuah ruang temu bagi pelaku dan komunitas roda dua.
Di sana, ia berbincang dengan para pelaku industri, mencoba memetakan denyut sektor yang tumbuh dari garasi ke pasar global.
Baginya, memahami kebutuhan industri menjadi pintu masuk sebelum merumuskan kebijakan.
Ia menekankan pentingnya menciptakan nilai tambah. Produk kustom, dengan karakter yang unik dan personal, dinilai memiliki keunggulan kompetitif dibanding produk massal.
Sejumlah pelaku bahkan telah mengekspor karya mereka ke berbagai negara. Sebuah sinyal bahwa pasar itu nyata, bukan sekadar wacana.
Namun, Irene tak berhenti pada produk fisik. Ia menyinggung peran kreator konten sebagai etalase baru industri otomotif.
Di era digital, promosi tak lagi bergantung pada pameran konvensional. Video, ulasan, hingga dokumentasi proses modifikasi menjadi medium efektif. Paling tidak, untuk memperkenalkan karya anak bangsa ke audiens global.
Lebih jauh, ia membuka kemungkinan lain: aset digital. Bagi Irene, nilai ekonomi industri kreatif tidak hanya bertumpu pada barang yang bisa disentuh. Tetapi juga pada produk digital yang dapat diperjualbelikan.
Kreativitas, dalam konteks ini, harus bertemu dengan model bisnis yang menghasilkan.
Kementerian Ekonomi Kreatif, kata dia, tengah mencari bentuk sinergi yang lebih konkret dengan pelaku industri.
Tujuannya jelas, menjadikan subsektor industri kustom otomotif sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh dan berdaya saing global.
Di sisi lain, pendiri Motovillage, Umar Lubis, menyambut perhatian pemerintah itu dengan optimisme.
Ia berharap dukungan tak berhenti pada kunjungan dan dialog, melainkan berlanjut pada kebijakan yang nyata.
Motovillage, ujarnya, siap menjadi simpul yang menghubungkan pelaku, komunitas, dan pasar dalam satu ekosistem yang hidup. ***





