Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung “Mengalah” Pilihan Soal Lokasi Konser BTS

Konser BTS
Personel BTS. (Instgram/@bts.bighitofficial)

TURISIAN.com – Rencana menghadirkan konser BTS di Jakarta menjelang akhir 2026 bergerak dari sekadar wacana menjadi percakapan serius di lingkar kekuasaan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Gubernur Pramono Anung, mulai menjajaki peluang itu dalam kunjungan kerjanya ke Seoul, Korea Selatan.

Di sana, Pramono tidak hanya membicarakan kerja sama antarkota. Percakapan juga meluas ke ranah budaya populer, K-Pop.

Termasuk, koreografi, hingga fenomena penggemar global yang mengiringi nama besar BTS.

Pemerintah Seoul, menurut Pramono, menyambut gagasan tersebut dengan antusias. Mereka berharap jika konser itu benar-benar terwujud, Jakarta bisa menjadi panggung yang menghadirkan kegembiraan bagi publiknya.

Namun, rencana itu sempat tersendat oleh soal yang tampak sederhana, lokasi.

Dua stadion besar di ibu kota, Jakarta International Stadium dan Stadion Utama Gelora Bung Karno, semula masuk dalam opsi.

Ketika Pramono menyebut Jakarta International Stadium sebagai kandidat, reaksi justru datang dari arah yang tak terduga—para ARMY, sebutan untuk penggemar BTS.

Sementara itu gelombang protes mengalir deras di ruang digital. Pramono bahkan mengaku “kena marah” dari para penggemar.

Reaksi itu tidak berhenti di luar rumah. Anak kandungnya, yang juga bagian dari ARMY, ikut menegur.

Saran yang disampaikan sederhana yakni konser sebaiknya digelar di Gelora Bung Karno.

Wilayah Teknis

Di titik itu, Pramono memilih mundur selangkah. Ia tak lagi bersikeras soal lokasi.

“Kalau di GBK juga tidak apa-apa,” ujarnya, setengah berkelakar, setengah mengalah.

Ia kemudian memutuskan untuk tidak terlalu jauh masuk ke wilayah teknis.

Penentuan lokasi, kata dia, sepenuhnya menjadi urusan promotor.

Sikap itu menandai perubahan nada dari intervensi awal menjadi penyerahan keputusan.

Bahkan, dalam cerita yang ia sampaikan, sang anak kembali mengingatkan agar ia tak perlu mengurusi urusan ARMY.

Pramono pun memilih menarik diri dari polemik, menyerahkannya, seperti ia katakan, “kepada Gusti Allah.”

Di balik dinamika itu, satu hal tetap mengemuka yaitu  daya tarik budaya Korea Selatan yang kian kuat.

Dari musik hingga kuliner, negara itu menjelma sebagai kekuatan budaya global. Jika konser BTS benar-benar terlaksana pada 26–27 Desember 2026 di Gelora Bung Karno.

Maka, Jakarta bukan hanya menjadi tuan rumah pertunjukan musik. Tetapi juga panggung pertemuan antara ambisi pemerintah kota dan gelombang budaya populer dunia. ***

Pos terkait