Tips Perjalanan Liburan Lebaran Agar Tidak Memicu Stres, Ikuti Cara Ini

memicu stres
Ilustrasi tips saat melakukan perjalanan liburan lebaran 2026.(Dok)

TURISIAN.com – Libur Lebaran masih menyisakan waktu yang cukup panjang bagi masyarakat untuk berwisata. Namun, banyaknya rencana destinasi dan padatnya agenda perjalanan kerap justru memicu stres.

Akhirnya, liburan terkadang  terasa melelahkan dan jauh dari kata menyenangkan.

Dilansir dari Hindustan Times pada Selasa, 24 Maret 2026, pakar perjalanan Yasmin Ikrami, pendiri sekaligus CEO JourneyLabel, menekankan pentingnya prinsip dasar dalam merencanakan perjalanan yang santai: keseimbangan dan fleksibilitas.

Menurut Yasmin, perjalanan yang nyaman tidak harus selalu dipenuhi jadwal padat.

Justru, memberi ruang untuk memperlambat tempo menjadi kunci utama menikmati liburan.

“Perjalanan yang tenang berasal dari memberi diri Anda izin untuk memperlambat tempo. Ketika perjalanan terasa tidak terburu-buru, perjalanan tersebut terasa lebih nyata, lebih menyenangkan, dan jauh lebih menyegarkan,” ujarnya.

Ia menyarankan agar wisatawan tidak membebani diri dengan berbagai urusan menjelang keberangkatan.

Aktivitas Ringan

Mengurus pekerjaan, membalas email. Atau membuat komitmen mendadak sehari sebelum perjalanan dinilai hanya akan menguras energi.

“Sehari tanpa tugas sebelum perjalanan memungkinkan seseorang untuk bersantai, berkemas terlebih dahulu, dan menyelesaikan tanggung jawab kecil,” kata Yasmin.

Selain itu, hari pertama perjalanan sebaiknya tidak diisi dengan terlalu banyak aktivitas. Memberi waktu untuk beradaptasi, beristirahat setelah perjalanan panjang.

Serta membongkar barang bawaan menjadi langkah penting untuk mencegah kelelahan. Aktivitas ringan seperti berjalan santai juga dapat membantu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Dalam era digital, Yasmin juga mengingatkan pentingnya “detoks” dari perangkat elektronik.

Ia menyarankan agar wisatawan menyisihkan waktu setiap hari untuk menjauh dari ponsel dan media sosial.

“Jauhkan ponsel Anda saat makan atau berjalan-jalan agar lebih hadir di momen tersebut,” ujarnya.

Pengaturan ritme perjalanan juga menjadi hal krusial. Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan waktu eksplorasi dengan waktu istirahat.

Jika satu bagian hari terasa padat, bagian lain sebaiknya dibiarkan kosong.

Sedangkan ritme semacam ini dinilai mampu mencegah kelelahan dan membuat perjalanan terasa lebih santai. Bukan sekadar mengejar daftar destinasi.

Sebagai penutup, Yasmin menyarankan wisatawan untuk mencari momen dan tempat yang tenang selama liburan.

Pagi yang sunyi atau jalan santai tanpa agenda dapat membantu pemulihan emosional dan mental.

“Liburan tanpa memicu stres jarang sekali tentang rencana perjalanan yang sempurna; liburan tersebut berasal dari pilihan yang bijaksana dan tempo yang santai,” katanya. ***

Pos terkait