Polri Terjunkan Petugas Awasi Pergerakan Wisatawan di Taman Margasatwa Ragunan

Pergerakan Wisatawan
Ilustrasi petugas Polri sedang mengawasi Taman Margasatwa Ragunan yang menjadi favorit berlibur warga di libur Lebaran 2026 ini. (Generated AI)

TURISIAN.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia memantau langsung pergerakan wisatawan di Taman Margasatwa Ragunan pada Sabtu, 21 Maret 2026, di tengah lonjakan mobilitas libur Idulfitri.

Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan publik tetap terjaga.

Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigadir Jenderal Polisi Tjahyono Saputro, mengingatkan bahwa libur Lebaran selalu identik dengan meningkatnya pergerakan masyarakat.

Baik untuk bersilaturahmi maupun berwisata. Karena itu, ia menekankan pentingnya kehati-hatian selama perjalanan hingga berada di lokasi tujuan.

“Masyarakat perlu merencanakan perjalanan dengan matang, menjaga kondisi fisik. Dan tidak memaksakan diri saat lelah,” kata Tjahyono dalam keterangan tertulis, Minggu 22 Maret 2026.

Ia memberi perhatian khusus pada destinasi wisata air (pantai, sungai, dan kolam renang) yang dinilai memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi.

Pengunjung diminta mencermati kondisi cuaca, arus air, serta mematuhi rambu peringatan dan arahan petugas di lapangan.

Orang tua, kata dia, juga harus mengawasi anak-anak secara ketat.

Aspek Keselamatan

Di sisi lain, pengelola tempat wisata diminta memastikan kesiapan aspek keselamatan. Mulai dari pengaturan kapasitas pengunjung, penyediaan sarana prasarana.

Hingga kesiagaan petugas pengamanan dan pertolongan pertama.

Memasuki Sabtu siang, jumlah pengunjung Ragunan tercatat mencapai 43.348 orang. Mereka datang menggunakan 52 bus, 2.030 mobil, 5.519 sepeda motor, serta 36 sepeda.

Tidak ada laporan insiden menonjol, termasuk kasus anak terpisah.

Polri menilai pengelolaan Ragunan relatif baik. Fasilitas umum, ruang menyusui, hingga akses bagi penyandang disabilitas tersedia.

Kehadiran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di dalam kawasan turut menopang kenyamanan pengunjung.

Dari sisi manajemen, pengelola menerapkan standar operasional berbasis kapasitas. Kategori hijau untuk jumlah pengunjung hingga 80 ribu orang, kuning 80–100 ribu orang, dan merah jika melampaui 100 ribu orang.

Tjahyono menegaskan, keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan hasil kerja bersama antara pengelola dan masyarakat.

Sinergi itu, menurut dia, menjadi kunci agar rangkaian libur Lebaran. Termasuk arus balik, pergerakan wisatawan berjalan aman dan tertib. ***

 

Pos terkait