Yuk Lihat dari Dekat Keindahan Candi Banyunibo Yogyakarta!

Candi Banyunibo Yogyakarta
Kompleks Candi Banyunibo di Sleman, Yogyakarta.

TURISIAN.com – Wisata candi di Yogyakarta tak hanya Prambanan atau Ratu Boko, tapi masih banyaksitus candi yang menarik untuk Sobat Turisian lihat dari dekat. Seperti Candi Banyunibo yang terletak di Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi Banyunibo Yogyakarta ini merupakan kompleks percandian bercorak agama Buddha. Di kompleks situs cagar budaya ini, Sobat Turisian akan melihat satu candi induk yang menghadap ke barat. Serta ada 6 candi perwara yang berbentuk stupa berderet, tiga candi perwara di sisi selatan dan sisanya di sisi timur candi induk.

Bangunan candi induk berukuran 15,325 x 14,25 meter dan tinggi mencapai 14,25 meter. Ukuran masing­-masing fondasi stupa hampir sama, yaitu 4,8 x 4,8 meter. Tubuh candi induk berukuran lebih kecil dari kaki candi. Sehingga di sekililing tubuhnya terbentuk lorong yang disebut selasar.

Kemudian pada setiap sudut kaki candi induk dan di bagian tengah tiap sisi kaki candi (kecuali sisi sebelah barat), terdapat hiasan Jaladwara. Hiasan tersebut terpasang di lantai atas kaki candi yang berfungsi sebagai saluran air hujan.

Di sisi barat kaki bangunan induk Candi Banyunibo Yogyakarta terdapat tangga di tengahnya. Fungsinya sebagai jalan masuk menuju bilik atau ruangan utama candi. Pada dinding penampil sebelah kanan, Sobat Turisian akan menemukan relief sosok perempuan yang dikerumuni anak-anak.

Baca juga: Candi Kalasan Bercorak Buddha Tertua di Yogyakarta, Dibangun Abad 8 Masehi

Sosok tersebut yaitu Dewi Hariti, yang merupakan dewi kesuburan dalam agama Buddha. Sedangkan relief di dinding kiri menggambarkan seorang pria dalam posisi duduk yaitu Vaisravana, suaminya Dewi Hariti.

Bagian Luar Bangunan Induk Candi Banyunibo

Lanjut ke bagian dinding luar tubuh Candi Banyunibo Yogyakarta, Sobat Turisian akan berjumpa dengan arca Boddhisatwa. Lalu pada dinding bilik sisi utara, timur, dan selatan terdapat relung-relung yang menonjol dan berbingkai hiasan berbentuk kala-makara. Begitu juga pada ambang dan bingkai pintunya. Relung tersebut berfungsi sebagai tempat arca.

Untuk atap candi induk Banyunibo tingginya 2,75 meter dan puncaknya berupa stupa setinggi 3,5 meter. Di sebelah utara candi induk terdapat tembok batu sepanjang kurang lebih 65 meter yang membujur arah barat ke timur.

Berdasarkan  bentuk atap candi induk dan bentuk candi perwara yang berupa stupa. Membuktikan bahwa latar belakang keagamaan Candi Banyunibo Yogyakarta adalah Buddha.

Pemugaran Candi Banyunibo Yogyakarta

Penelitian terhadap Candi Banyunibo Yogyakarta sendiri pertama kali pada tahun 1940. Kemudian pada 1943, berlangsung penyusunan kembali bangunan candi. Pemugaran Candi Banyunibo tahap pertama berhasil menyelesaikan bagian alas (soubasement), kaki candi, tubuh candi, dan pelataran serta pagar sisi utara.

Baca juga: Cari Tempat Buat Ngadem di Yogyakarta? Datang Saja ke Kaliadem Sleman!

Proses pemugaran di Candi Banyunibo tahap kedua, pelaksanaannya di tahun 1976 yang melanjutkan pemugaran atap dan stupa puncak candi induk. Akhirnya pemugaran Candi Banyunibo dapat selesai pada 1978.*

 

 

 

Sumber & Foto: BPCB DIY

Pos terkait