Rekreasi ke Tahura Gunung Kunci Sumedang yang Menyimpan Peninggalan Belanda

Gunung Kunci Sumedang
Pintu gua Gunung Kunci Sumedang. (Foto: Iwan)

TURISIAN.com – Saat melintas atau berlibur di Sumedang, Sobat Turisian bisa mampir ke Tahura Gunung Kunci untuk menghirup udara sejuk dan rileks sejenak dengan suasana yang asri. Sekaligus menengok situs peninggalan pemerintah Kolonial Belanda.

Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Kunci, lokasinya cukup strategis. Berada dekat dengan pusat kota Sumedang. Tepatnya di di Jalan Pangeran Sugih.

Di samping berfungsi sebagai paru-paru udara Sumedang, Tahura Gunung Kunci juga menyimpan peninggalan bersejarah berupa bangunan benteng Belanda. Namanya Benteng Pandjoenan, namun biasa disebut masyarakat sebagai Benteng Gunung Kunci.

Benteng ini dibangun Pemerintahan Kolonial Belanda pada tahun 1914-1917 di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Van Limburg Stirum (1916 – 1921). Atau masa pemerintahan Bupati Pangeran Aria Soeriaatmadja (1883-1919) dan masa Perang Dunia I (1914 – 1918).

Gunung Kunci Sumedang
Bagian sisi benteng yang terlihat masih cukup kokoh.
Daya Tarik Gunung Kunci

Tahura ini menyimpan banyak kekayaan alam flora dan fauna. Ada sebanyak 205 jenis flora, antara lain pinus, mahoni, jati, antoteka, sobsi, kaliandra, damar, gmelina, hantap, sonokeling, matoa, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Benteng Victoria Tertua di Ambon, Peninggalan Portugis Berusia Ratusan Tahun

Sementara untuk potensi faunanya mayoritas kelompok burung. Seperti burung suit incuing, toed, kutilang, pacikrak, burung cipeuw, jogjog, burung pipit. Hewan lainnya ada tupai, biawak, landak, musang, dan kukang.

Tempat wisata Sumedang tersebut, juga memiliki wahana dan fasilitas umum untuk wisatawan. Ada amphitheater atau panggung hiburan terbuka, pusat kuliner, rest area, arena bermain. Tambah lagi wahana outbond, jogging track, menara pengawas, mushala, tempat parkir, dan toilet.

Objek wisata ini buka setiap hari, mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB. Dengan harga tiket yang masih ramah di kantong, masih di bawah Rp.10 ribu. Sedangkan untuk wisatawan asing di atas Rp.20 ribu.

Asal-usul Gunung Kunci Sumedang

Sejarah nama Gunung Kunci ini, banyak versinya. Menurut versi masyarakat setempat, nama tersebut diambil karena terdapat simbol dua kunci yang bersilangan di atas pintu masuk gua benteng dan tertera di bawahnya “G.Koentji”.

Selanjutnya untuk versi kedua menyebutkan di area ini banyak tumbuh tanaman “Boros Kunci” sejenis lalaban di saat musim hujan. Jadi nama “Kunci” berasal dari tanaman tersebut.

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Kabupaten Bandung Sajikan View yang Instagenik

Sedangkan versi ketiga yang merupakan hasil pengamatan sejarah dari para tokoh sejarawan dan budayawan menyebutkan, nama “Kunci” berasal dari benteng yang ada di sana sebagai benteng “kunci” pertahanan Belanda.*

 

 

Pos terkait