Sebelum Ikut Pocari Sweat Run 2022 di Bandung, Perhatikan Ini

Pocari Sweat Run 2022
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ikut berlari pada event Pocari Sweat Run 2019 silam. Tahun ini, event serupa kembali dilaksanakan secara offline pada 24 Juli 2022 mendatang. Foto: Turisian.com/Duta Ilham

TURISIAN.com – Sebelum ikut  event lari Pocari Sweat Run 2022 yang akan berlangsung di Kota Bandung, Jawa Barat kalian butuh persiapan matang.

Sebagaimana diketahui, setelah sukses menggelar Pocari Sweat Run secara hybrid pada 2021 lalu. PT Amerta Indah Otsuka resmi mengumumkan Pocari Sweat Run Indonesia 2022, bisa berlangsung kembali secara hybrid pada 24 Juli 2022 mendatang.

Nah, sejumlah hal perlu menjadi perhatian sebelum melakukan olahraga lari marathon. Tak hanya persiapan latihan fisik. Melainkan juga pemenuhan gizi yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan individu.

Ahli Gizi Ni Komang Ayu Tria Utami A.Md.Gz mengatakan bahwa porsi ideal asupan nutrisi setiap orang berbeda. Tergantung dari jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan kondisi kesehatan fisik.

BACA JUGA: Devi Chan, Sang Juara Event Lari CTC Yogyakarta, Begini Ceritanya

Ketika tengah bersiap diri mengikuti ajang marathon, Ayu menyarankan untuk berkonsultasi dengan ahli nutrisi.

Atau ahli gizi guna merancang sebuah rencana asupan nutrisi yang komprehensif. Dan berlandaskan analisa terhadap kondisi fisik masing-masing pelari.

“Ingat! Pola makan yang kaya nutrisi dan jadwal makan teratur sangat penting dalam persiapan menuju lari marathon,” kata dokter yang berpraktik pada  Rumah Sakit Kasih Ibu melalui keterangan persnya, Rabu 13 Juli 2022.

Menurut Ayu, ajang lari marathon bukanlah acara lari santai sehingga memerlukan kerja sama antara tubuh prima, fisik mantap, dan mental kuat.

Oleh sebab itu, latihan fisik, stretching session, dan ketenangan pikiran saja tidaklah cukup.

“Harus juga dengan fuel yang ideal sesuai dengan kebutuhan fisik dari masing-masing peserta,” ujarnya.

Memilih Makanan Berkarbohidrat

Sejumlah asupan gizi yang perlu menjadi perharian salah satunya termasuk memastikan kandungan protein cukup 10-12 persen.

Begitu pun, dengan lemak 1-20 persen, hidrat arang 60-70 persen, dari total kalori. Serta cairan gula konsumsi dalam konsentrasi rendah.

BACA JUGA: Event Lari CTC Berdampak Besar Terhadap Pariwisata Yogyakarta, Ini Kata PHRI

Selain itu, ada anjurkan untuk memilih makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi. Terutama karbohidrat kompleks (nasi, mie, atau bihun).

Hindari karbohidrat sederhana (coklat, minuman manis atau gula, sirup, hingga air soda). Baik pada masa latihan menuju marathon hingga menit-menit menjelang marathon.

Hindari pula makanan berat berserat tinggi, makanan yang mengandung gas, makanan atau minuman yang mengandung alkohol. Atau makanan dengan citarasa tegas, seperti pedas dan asam.

Jika peserta lari tidak terbiasa makan sebelum pertandingan, maka pelari perlu asupan pada malam sebelum berlari.

BACA JUGA:  ‘Joint Promotion’ NTB dan Bali, Mampukah Bangkitkan Kembali Sektor Pariwisata

Jenis Asupan Nutrisi yang Tepat

Jenis makanan berkarbohidrat dan rendah lemak adalah krakers, biskuit, atau roti panggang (toast).

Dalam menentukan jenis asupan nutrisi yang tepat, pelari dapat menggunakan perhitungan jadwal berikut.

Namun perlu perhartian  bahwa hal ini sangat bergantung kepada kondisi fisik masing-masing pelari dan diimbau untuk berkonsultasi kepada dokter.

BACA JUGA: 6 Tips Mendaki saat Musim Hujan, Apa Saja yang Harus Dilakukan

Rekomendasi asupan dalam kurun waktu tiga hingga empat jam sebelum berlari adalah jenis makanan utama yang terdiri dari nasi, sayur mayur, lauk pauk, dan buah-buahan segar.

Anjuran asupan dalam kurun waktu dua hingga tiga jam sebelum berlari adalah cemilan, seperti biskuit, krakers, roti panggang, dan makanan ringan lainnya.

Sedangkan, untuk satu hingga dua jam sebelum berlari, peserta tidak direkomendasikan untuk mengkonsumsi makanan berat lagi. Rekomendasinya adalah cairan atau minuman. ***

Pos terkait