Menag: PSMTI Punya Modal Besar Menggerakan Ekonomi Kerakyatan

Menggerakan Ekonomi Kerakyatan
Peserta Munas VIII Persatuan Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) mengikuti sesi foto bersamaan usai pembukaan Munas, Jumat malam, 4 September 2026. (Foto: Turisian.com/Ist)

TURISIAN.com Persatuan Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) diminta tidak sekadar menjadi rumah bagi warga keturunan Tionghoa. Tetapi juga bisa menggerakan ekonomi kerakyatan

Dengan jaringan organisasi yang tersebar di berbagai daerah, paguyuban itu dinilai memiliki modal sosial dan ekonomi.

Yakni, untuk ikut menggerakkan masyarakat sekaligus memperkuat persatuan Indonesia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan harapan itu saat hadir di pembukaan  Musyawarah Nasional VIII PSMTI di Redtop Hotel, Pecenongan, Jakarta, Jumat, 4 September 2026.

Ia menyebut keberadaan PSMTI sebagai potensi yang bisa diarahkan untuk kepentingan yang lebih luas.

“Kita sangat berharap perkumpulan warga Tionghoa ini memberikan kontribusi yang sangat aktif dalam membangun kebersamaan. Membangun ekonomi kerakyatan, dan membangun bangsa,” kata Nasaruddin seusai membuka Munas.

Di tengah masyarakat yang majemuk, Nasaruddin melihat persatuan sebagai modal yang tak bisa ditawar. Indonesia, menurut dia, tidak akan menjadi bangsa besar tanpa kemampuan merawat perbedaan.

Toleransi dan kerukunan harus melampaui sekat etnik dan agama.

Menjadi Energi Positif

PSMTI memiliki modal untuk menjalankan peran itu. Dalam sesi doorstop setelah acara, Nasaruddin menyebut organisasi tersebut telah terbentuk di 37 provinsi dengan sekitar dua juta anggota.

Jaringan yang luas itu, kata dia, dapat menjadi energi positif bagi bangsa jika dikelola untuk kepentingan masyarakat.

Pesan serupa datang dari Kepala Kantor Staf Presiden Dudung Abdurachman. Dalam sambutannya, Dudung mengatakan Munas VIII PSMTI tidak semata-mata menjadi forum untuk memilih pengurus baru.

Pertemuan itu, menurut dia, harus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menyatukan visi, dan mempertegas komitmen kebangsaan.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri pembukaan Munas VIII PSMTI, Jumat malam, 4 September 2026 di Jakarta. (Dok.Kemenag)

Dudung menyebut PSMTI sebagai mitra strategis pemerintah dalam merawat kohesi sosial.

Ia mendorong organisasi tersebut memperbesar peran di sejumlah bidang. Terutama pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah.

Termasuk, pengembangan sumber daya manusia, kegiatan sosial, kemanusiaan, serta pengabdian yang berintegritas.

Sementara itu di bidang ekonomi, PSMTI dapat membantu pelaku UMKM agar tidak berhenti pada usaha bertahan hidup.

Pendampingan dibutuhkan agar mereka naik kelas, memperluas pasar, dan pada akhirnya membuka lebih banyak lapangan kerja.

Sedangkan peran sosial juga menjadi perhatian. PSMTI didorong terlibat dalam penguatan ketahanan pangan dan penanganan bencana. Dengan demikian diharapkan bisa berkontribusi lebih jauh dalam menggerakan ekonomi kerakyatan.

Mendukung Program Pemerintah

Organisasi ini juga dapat berkolaborasi mendukung sejumlah program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis dan Cek Kesehatan Gratis.

Munas VIII PSMTI mengusung tema “Perteguh Harmoni Kebhinekaan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Tema itu sejalan dengan pesan Dudung bahwa keberagaman bukan sekadar kenyataan sosial yang harus diterima, melainkan kekuatan yang perlu dirawat.

Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, kata Dudung, menjadi pijakan dalam menjaga keberagaman tersebut.

Persatuan menjadi modal penting untuk membawa Indonesia menuju cita-cita sebagai negara maju pada 2045.

Di penghujung pembukaan Munas, Nasaruddin memimpin doa bersama. Para peserta diminta menundukkan kepala untuk mengenang para pahlawan yang gugur dalam perjuangan kemerdekaan.

Peserta dari berbagai latar agama juga diajak saling mendoakan.

Doa itu menjadi semacam penegasan bahwa kebangsaan tidak berhenti pada pidato.

Nasaruddin memohon agar hati dan pikiran seluruh anak bangsa disatukan dalam perjuangan membangun Indonesia.

Ia juga meminta agar setiap ikhtiar tidak sekadar menghasilkan pencapaian, tetapi membawa keberkahan.

“Yang Maha penting buat kami adalah berkahnya. Kami mohon, berkahilah seluruh usaha-usaha dan perjuangan kami,” ujar Nasaruddin.

Henry Husada, Wakil Ketua PSMTI Koordinator Wilayah Jawa Barat Henry Husada foto bersama dengan KSP Dudung Abdurachman pada acara pembukaan Munas VIII PSMTI, Jumat malam, 4 September 2026 di Jakarta. (Foto: Turisian.com/Ist)

Henry Husada: Munas Jadi Momentum Konsolidasi

Di tempat yang sama Wakil Ketua PSMTI Koordinator Wilayah Jawa Barat Henry Husada mengapresiasi kehadiran Dudung dalam pembukaan Munas VIII.

Menurut Henry, kehadiran Kepala Staf Kepresidenan itu menunjukkan perhatian pemerintah terhadap keberadaan dan peran PSMTI.

Bagi Henry, Munas bukan sekadar agenda lima tahunan. Forum ini menjadi kesempatan untuk mempertemukan kembali pengurus pusat dan daerah. Mengevaluasi perjalanan organisasi, sekaligus menyusun langkah berikutnya.

“Sebagai rumah besar yang senantiasa menjaga toleransi, merawat kebhinekaan, PSMTI ingin terus berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional,” kata Henry.

Kehadiran pengurus dari berbagai daerah, menurut Henry, menunjukkan bahwa PSMTI memiliki modal organisasi yang kuat. Jaringan itu tidak cukup hanya dipertahankan sebagai struktur administratif.

Ia harus diterjemahkan menjadi kerja yang bisa dirasakan masyarakat.

Karena itu, Henry menilai kekuatan PSMTI perlu diarahkan untuk memperkuat persatuan sekaligus memperluas manfaat sosial dan mampu menggerakan ekonomi kerakyatan.

Dengan jaringan yang semakin luas, organisasi tersebut memiliki ruang yang besar untuk ikut menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Munas VIII akhirnya bukan hanya soal siapa yang akan memimpin PSMTI. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ujian bagi organisasi.

Yakni, untuk membuktikan bahwa kebhinekaan yang selama ini digaungkan dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata. ***

Pos terkait