TURISIAN.com — Tokoh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Henry Husada mendukung langkah Kementerian UMKM.
Utamanya, dalam mendorong pelaku usaha memperkuat fondasi bisnis dan penguasaan pasar domestik sebelum berekspansi ke pasar global.
Menurut Henry, ekspor seharusnya tidak menjadi tujuan yang dikejar secara terburu-buru.
Pelaku UMKM perlu memastikan bisnisnya memiliki fundamental yang kuat serta posisi yang kokoh di pasar dalam negeri.
“Saya setuju dengan apa yang disampaikan Pak Menteri UMKM (Maman Abdurrahman) bahwa pengusaha UMKM harus mampu membangun fundamental usaha yang kuat dan memperkokoh penguasaan pasar domestik,” kata Henry kepada Turisian.com, Jumat, 4 September 2026.
Henry mengatakan kekuatan di pasar domestik merupakan modal penting sebelum sebuah produk dibawa ke pasar internasional.
Kesiapan produksi, tata kelola usaha, hingga kemampuan memenuhi permintaan konsumen harus dibangun terlebih dahulu.
“Hal ini agar ekspor dapat berlangsung secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pandangan Henry sejalan dengan strategi Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang menempatkan pasar domestik sebagai fondasi pengembangan usaha.
Maman mengatakan pasar dalam negeri bukan sekadar tempat menjual produk, melainkan ruang bagi UMKM untuk menguji kualitas dan konsistensi produknya.
Pasar domestik juga menjadi arena untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki tata kelola, sekaligus membaca kebutuhan konsumen.
Pengalaman tersebut, menurut Maman, akan menjadi bekal ketika pelaku UMKM memasuki pasar internasional yang memiliki tingkat persaingan dan standar lebih kompleks.
“Tidak ada pengusaha di mana pun yang tidak memulai dari pasar lokal mereka. Kita sering belum apa-apa sudah memikirkan ekspor, tetapi lupa memperkuat pasar domestik,” kata Maman ketika menghadiri acara Kopdar Ekspor di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.

Benteng Pertahanan
Maman menegaskan penguatan pasar domestik dan ekspansi ekspor bukan dua agenda yang harus dipertentangkan. Keduanya justru perlu berjalan beriringan.
UMKM, kata dia, harus memiliki ketahanan bisnis di dalam negeri sekaligus meningkatkan daya saing agar mampu menangkap peluang pasar global.
Besarnya pasar Indonesia menjadi salah satu kekuatan yang semestinya dimanfaatkan pelaku UMKM.
Penguasaan pasar domestik yang semakin kuat dapat memberi ruang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan skala bisnis sebelum memperluas jangkauan produknya ke mancanegara.
“Pasar domestik adalah benteng pertahanan kita. Kita boleh keluar untuk ekspor, tetapi jangan sampai benteng kita sendiri kosong dan dikuasai produk dari luar,” ujar Maman.
Bagi Henry, pendekatan tersebut penting agar ekspor tidak berhenti sebagai aktivitas sesaat.
Dengan fondasi bisnis yang kuat di dalam negeri, UMKM memiliki basis usaha yang lebih stabil untuk menghadapi persaingan global.
Strategi itu sekaligus menempatkan pasar domestik bukan sebagai tahap yang harus dilewati sebelum ekspor, melainkan sebagai kekuatan utama yang menopang keberlanjutan usaha ketika UMKM mulai menembus pasar internasional.





