TURISIAN.com – Deru mesin MotoGP di Mandalika bukan lagi sekadar urusan lintasan. Di luar sirkuit, sejumlah perusahaan sedang menghitung peluang yang lebih panjang.
Apalagi, kalau bukan kamar hotel yang terisi, kursi pesawat yang penuh, kapal yang mengangkut penonton. Hingga uang wisatawan yang berputar di Lombok.
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) membangun ekosistem perjalanan terintegrasi untuk Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Tiket balapan dirangkai dengan akomodasi, transportasi udara dan laut, layanan airport hospitality, hingga logistik dan cargo handling.
Tujuannya satu, yakni membuat perjalanan menuju Mandalika lebih mudah sekaligus memperbesar belanja wisatawan.
Sementara itu Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Troy Warokka menyebut MotoGP tak semestinya berhenti sebagai pesta olahraga.
“Jadi MotoGP bukan hanya sebagai ajang penyelenggaraan olahraga ke motorsport, tapi juga sebagai penggerak ekonomi pariwisata,” kata Troy dalam Penandatanganan Sinergi Bisnis Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Gedung Sarinah, Jakarta, Selasa 1 September 2026.
Menurut dia, gelaran MotoGP diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang length of stay, dan mendorong tourism spending di Mandalika serta Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Paket Perjalanan
Untuk mengubah penonton menjadi wisatawan, ITDC menggandeng sejumlah perusahaan. Antavaya Tour dan Panorama JTB atau PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk menjadi travel management partner.
Keduanya bertugas menyusun sekaligus memasarkan paket perjalanan. Antavaya membidik pasar domestik, sedangkan Panorama JTB menyasar wisatawan mancanegara.
Antavaya telah menyiapkan empat paket dengan harga mulai Rp5 jutaan per orang. Produk itu mulai dipasarkan sejak 5 Agustus 2026.
Panorama JTB menawarkan paket untuk pasar internasional, termasuk perjalanan empat hari tiga malam, hotel, sarapan, tiket Regular Grandstand.
Kemudian antar-jemput bandara dan hotel, transfer hotel-sirkuit, serta pendamping perjalanan. Harganya mulai US$460.
Merumatta Senggigi
Kamar hotel pun dihitung sejak jauh hari. PT Hotel Indonesia Natour menyediakan allotment 90 kamar di Merumatta Senggigi dan 55 kamar di Prime Park Lombok untuk periode 9–12 Oktober 2026.
Transportasi menjadi bagian lain dari rantai bisnis itu. Garuda Indonesia, TransNusa, dan Pelita Air disiapkan untuk memperkuat konektivitas udara menuju Lombok.
Sementara promosi bersama dan peluang penambahan penerbangan menjadi bagian dari kerja sama tersebut.
TransNusa, misalnya, telah menambah frekuensi penerbangan Denpasar-Lombok menjadi lima kali per 10 Agustus 2026.
Maskapai itu juga membuka kemungkinan menambah kapasitas pada sejumlah rute lain selama periode balapan.
Jalur laut tak luput dari perhitungan. PT Dharma Lautan Utama menyediakan rute Surabaya-Lombok-Surabaya sebagai pilihan bagi wisatawan yang hendak menuju Mandalika. Jalur itu dapat dimasukkan ke dalam paket perjalanan.
Cargo Handling
Bagi penumpang yang ingin memperoleh layanan lebih, IAS Hospitality menawarkan akses melalui jaringan airport lounge.
Termasuk layanan lounge dan concierge untuk pemegang paket tertentu.
Sedangkan untuk bisnis di belakang panggung berjalan tak kalah sibuk. PT Integrasi Aviasi Solusi bersama MGPA Nusantara Jaya menangani kebutuhan freight forwarding, logistik, dan cargo handling.
Urusannya mulai dari dokumen impor-ekspor, custom clearance, hingga pengangkutan kargo melalui udara, laut, dan darat menuju Pertamina Mandalika International Circuit.
MotoGP pun menjadi semacam simpul yang mempertemukan berbagai bisnis. Hotel membutuhkan tamu. Maskapai membutuhkan penumpang. Kapal membutuhkan muatan.
Sementara penyelenggara membutuhkan kelancaran distribusi perlengkapan balap.
Perputaran Ekonomi
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan berlangsung pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit, The Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
ITDC menyebut dampak ekonomi gelaran MotoGP bukan angka kecil. Pada tahun lalu, menurut Troy, nilainya mencapai Rp4,9 triliun.
Dampaknya, kata dia, tidak hanya dirasakan ITDC, tetapi juga sejumlah daerah lain melalui perputaran ekonomi, reputasi destinasi, branding, dan pemberitaan media internasional.
“Kita berharap bahwa MotoGP terus hadir di Indonesia, memberikan dampak ekonomi yang luar biasa,” ujar Troy.
Dukungan terhadap hajatan itu juga datang dari sektor perbankan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyediakan dukungan melalui Management Warriors Mandalika.
Ada branding di area acara, serta booth aktivitas. Transaksi digital selama perhelatan didukung melalui BRImo.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI turut masuk dalam ekosistem tersebut untuk memperkuat sisi perbankan dan pariwisata.
Bagi calon penonton, kesempatan membeli tiket masih terbuka. Presale 2 berlangsung hingga 16 September 2026 dengan potongan harga hingga 20 persen untuk kategori Grandstand dan 10 persen untuk VIP Hospitality.
Memastikan Uang
Harga tiket reguler dimulai dari Rp320 ribu untuk Regular Grandstand Zona E, G, H, dan I. Premium Grandstand Zona A dibanderol Rp1,4 juta, sedangkan Premium Grandstand Zona B, C, J, dan K seharga Rp720 ribu.
Untuk kelas premium, VIP Hospitality Deluxe Class mencapai Rp13,5 juta. Adapun VIP Hospitality Luxury Tent T1 dibanderol Rp6,97 juta.
Dengan paket-paket itu, MotoGP Mandalika sedang diposisikan lebih dari sekadar balapan tiga hari.
Ia menjadi pintu masuk untuk menjual perjalanan, kamar hotel, kursi pesawat, jasa transportasi, makanan, dan berbagai pengalaman wisata lain.
Tantangannya tinggal satu, yaitu memastikan uang yang datang bersama rombongan penonton tidak hanya berhenti di pagar sirkuit.
Jika berhasil, Mandalika bukan sekadar menjadi tempat orang menonton pembalap memacu motor. Ia menjadi mesin yang menggerakkan ekonomi pariwisata Lombok. ***





