TURISIAN.com – Menjelang senja, bus Open Top Tour Jakarta tingkat beratap terbuka bergerak perlahan meninggalkan Sarinah menuju Kota Tua. Di sepanjang perjalanan, penumpang tak hanya menikmati lanskap Ibu Kota.
Tetapi juga mendengarkan kisah tentang lahirnya Batavia hingga menjadi Jakarta melalui narasi audio yang mengiringi perjalanan.
Layanan Open Top Tour Jakarta rute Jakarta Batavia itu kini menjadi salah satu alternatif wisata sejarah yang ditawarkan Transjakarta.
Bus beroperasi setiap hari dengan tiga jadwal keberangkatan. Yakni pukul 16.00 WIB, 18.30 WIB, dan 20.30 WIB.
Tiket perjalanan dipatok Rp75 ribu per orang dan dapat dibeli melalui aplikasi TJ: Transjakarta.
Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan rute tersebut dirancang agar warga melihat Jakarta dari sudut pandang yang berbeda.
Bukan sekadar melintasi jalan-jalan utama, melainkan memahami sejarah yang melekat pada setiap kawasan yang dilewati.
“Kita melintas setiap hari, tetapi jarang benar-benar melihat. Di sinilah letak arti penting rute ini. Open Top Tour of Jakarta bukan sekadar bus wisata dengan atap terbuka,” kata Rano dalam keterangan resminya, Jumat lalu.
Pada tahap awal, Transjakarta mengoperasikan satu unit bus untuk melayani rute Jakarta Batavia.
Selama perjalanan, penumpang diajak menyusuri jejak sejarah ibu kota. Mulai dari perkembangan kawasan Batavia, bangunan-bangunan cagar budaya, hingga berbagai peristiwa yang membentuk wajah Jakarta saat ini.
Tiga rute wisata
Selain rute Jakarta Batavia, Transjakarta juga mengoperasikan tiga rute wisata tematik lainnya. Rute Jakarta Skyline menawarkan panorama kawasan Sudirman dan Jalan MH Thamrin.
Terutama saat matahari terbenam hingga malam hari. Sementara Jakarta Heritage membawa penumpang melewati sejumlah ikon sejarah.
Seperti Gedung Filateli, Pasar Baru, Gedung Kesenian Jakarta, Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan Istana Negara.
Adapun rute Jakarta Seaside menyuguhkan pengalaman menikmati kawasan pesisir Jakarta dengan melintasi wilayah Pantai Indah Kapuk (PIK).
Kehadiran empat rute tematik ini menjadi bagian dari upaya memperkuat wisata perkotaan yang memadukan rekreasi.
Termasuk, edukasi, dan pengalaman menikmati Jakarta dari dek terbuka bus wisata. ***





