TURISIAN.com – Sebuah video yang memperlihatkan aktivitas pendaki di kawasan kawah Gunung Ciremai beredar di media sosial. Rekaman itu memantik respons Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).
TNGC kemudian kembali mengingatkan bahwa area kawah merupakan zona inti konservasi dan tertutup bagi seluruh aktivitas pendakian.
Sementara itu Kepala Balai TNGC Toni Anwar menyatakan pihaknya menyayangkan masih adanya pendaki yang nekat memasuki kawasan tersebut.
Padahal, area kawah telah lama ditetapkan sebagai zona yang tidak boleh diakses karena pertimbangan keselamatan sekaligus perlindungan ekosistem.
“Kami menyampaikan keprihatinan terkait masih adanya aktivitas pendakian yang masuk ke area kawah Gunung Ciremai,” kata Toni dalam keterangan tertulis di Kuningan, Senin 20 Juli 2026.
Menurut Toni, kawasan kawah bukan bagian dari jalur pendakian yang dapat dikunjungi wisatawan.
Area itu merupakan zona inti Taman Nasional Gunung Ciremai yang memiliki fungsi konservasi sehingga tertutup bagi pengunjung maupun pendaki.
Larangan tersebut juga didasarkan pada tingkat risiko yang tinggi. Medan di sekitar kawah, kata dia, sangat terjal dan labil, dengan potensi longsor serta guguran batu.
Di sisi lain, kawasan itu berpotensi mengandung gas beracun dan sewaktu-waktu mengalami perubahan aktivitas vulkanik.
Jalur Evakuasi
Kondisi itu diperparah dengan tidak tersedianya jalur evakuasi maupun akses pertolongan yang memadai apabila terjadi keadaan darurat.
“Area kawah Gunung Ciremai merupakan zona inti yang dilarang untuk dimasuki oleh pengunjung maupun pendaki,” ujarnya.
Balai TNGC menilai, aktivitas di kawasan kawah yang dilakukan tanpa kewenangan dan izin tidak hanya membahayakan keselamatan pelaku.
Tetapi juga berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem yang selama ini dijaga sebagai kawasan konservasi.
Karena itu, pengelola taman nasional mengimbau seluruh pendaki untuk mematuhi standar operasional prosedur (SOP) pendakian.
Yakni, menggunakan jalur resmi yang telah ditetapkan, serta tidak mencoba memasuki kawasan kawah dengan alasan apa pun.
Toni berharap kesadaran para pendaki semakin meningkat seiring maraknya aktivitas wisata alam di Gunung Ciremai.
Menurut dia, kepatuhan terhadap aturan bukan semata untuk menghindari kecelakaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian gunung tertinggi di Jawa Barat itu.
“Mari bersama-sama menjaga Gunung Ciremai agar tetap aman dan lestari untuk kita semua,” kata Toni. ***





