TURISIAN.com – Ajang lari Bank BJB Bandoeng 10K yang berlangsung pada Minggu, 17 Mei 2026, dinilai tidak sekadar menjadi agenda olahraga tahunan.
Event ini juga disebut memberi dampak langsung terhadap geliat ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri hotel, hingga restoran di Kota Bandung.
Tokoh pariwisata Jawa Barat, Henry Husada, mengapresiasi penyelenggaraan event lari tersebut.
Menurut dia, kegiatan berskala nasional seperti Bandoeng 10K mampu menggerakkan sektor ekonomi daerah secara nyata.
“Memang, untuk bisa mendorong kehidupan pelaku UMKM, event-event seperti ini harus diperbanyak,” kata Henry.
CEO Kagum Group itu menilai dampak kegiatan tidak hanya dirasakan pelaku UMKM, tetapi juga industri perhotelan dan restoran.
Apalagi, jumlah peserta yang besar ikut mendongkrak tingkat hunian hotel di Kota Bandung.
“Bandung sebagai salah satu kota yang hidup dari geliat pariwisata, memang harus didorong agar memperbanyak event-event berskala nasional. Bahkan juga internasional,” ujar Henry.
Sejumlah kalangan memang menilai Bank BJB Bandoeng 10K kini berkembang menjadi agenda sport tourism yang memberi kontribusi terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Konsep The Ultimate 10K Series yang menghubungkan empat kota penyelenggara juga dinilai memperkuat kolaborasi antardaerah dalam pengembangan event olahraga nasional.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan penyelenggaraan Bandoeng 10K menjadi bagian dari strategi pembangunan Kota Bandung melalui pendekatan sport tourism.
“Ini sebetulnya bagian dari strategi pembangunan. Dengan membuat acara sport tourism seperti ini, kita akan mendapat banyak masukan, termasuk soal infrastruktur kota,” ujar Farhan dalam konferensi pers Bank BJB Bandoeng 10K di Balai Kota Bandung, Minggu, 17 Mei 2026.
Menurut Farhan, penyelenggaraan event lari mendorong pemerintah menghadirkan infrastruktur kota yang lebih ramah bagi pejalan kaki, pelari, penyandang disabilitas, hingga pesepeda.

Kolaborasi Empat Kota
“Jalan terbaik itu ketika ramah untuk pejalan kaki dan penggemar olahraga lari atau jogging. Kemudian juga untuk disabilitas dan pesepeda,” katanya.
Ia juga menilai kolaborasi empat kota dalam The Ultimate 10K Series menjadi terobosan baru dalam pengembangan event olahraga nasional.
Sedangkan kehadiran perwakilan Pemerintah Kota Tangerang dan Pemerintah Kota Semarang dalam penyelenggaraan di Bandung menunjukkan semangat kolaborasi antardaerah.
“Kami dari Kota Bandung juga berkomitmen ikut menyukseskan acara di Tangerang, Surabaya, maupun Semarang,” ucap Farhan.
Sedangkan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Adi Prinantyo, menyebut antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
4.000 Peserta
Jika pada tahun lalu peserta sekitar 3.000 orang, tahun ini meningkat menjadi 4.000 peserta.
Menurut Adi, peningkatan jumlah peserta turut berdampak terhadap sektor ekonomi dan pariwisata Kota Bandung karena banyak pelari datang bersama keluarga.
“Tentu yang hadir dan menginap di Bandung juga lebih banyak, yang belanja juga lebih banyak. Jadi event ini adalah event pariwisata olahraga,” katanya.
Adi menilai atmosfer penyelenggaraan tahun ini juga semakin baik. Selain suhu udara yang mendukung, jalur lomba dinilai steril dan mendapat dukungan antusias warga di sepanjang rute.
Selain menjadi ajang olahraga, Bandoeng 10K menghadirkan konsep Ultimate Medal bagi pelari yang mengikuti seluruh seri di empat kota penyelenggara. Yakni Bandung, Tangerang, Semarang, dan Surabaya.
Konsep tersebut dinilai menjadi daya tarik baru yang memperkuat posisi Bandoeng 10K sebagai agenda lari nasional berbasis kolaborasi antarkota. ***





