Dampak Perang Timur Tengah, DTW Jatiluwih Ubah Segmen Wisatawan

Jatiluwih
Ilustrasi para wisatawan mancanegara sedang menikmati keindahan alam Jatiluwih,Tabanan, Bali. (Foto: Turisian.com/Dok)

TURISIAN.com – Di tengah lanskap hijau terasering Jatiluwih yang selama ini identik dengan turis Eropa, arah angin kunjungan mulai berubah.

Penurunan jumlah wisatawan asal benua biru, imbas konflik di Timur Tengah, memaksa pengelola Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih, Tabanan, Bali  mengalihkan bidikan pasar.

Manajer Jatiluwih, Ketut Purna, menyebutkan bahwa pelancong dari Asia kini mulai mengisi celah yang ditinggalkan wisatawan Eropa.

“Selain turis Eropa, wisatawan dari Asia seperti Malaysia dan Singapura sudah mulai banyak terlihat,” ujarnya, Minggu 30 Maret 2026.

Angka kunjungan mencerminkan pergeseran itu. Sebelum konflik memanas, turis Eropa bisa mencapai sekitar 800 orang per hari.

Kini, jumlahnya menyusut tajam hingga kisaran 300 orang—turun hampir 30 persen.

Situasi ini mendorong pengelola untuk tidak sekadar bertahan, melainkan bergerak.

Promosi dan penyelenggaraan berbagai event mulai diarahkan untuk menjaring wisatawan Asia yang dinilai lebih potensial dalam waktu dekat.

Target pun dipasang. Jatiluwih berharap kunjungan wisatawan Asia dapat menembus 300 orang per hari.

Harapannya sederhana: menjaga denyut pariwisata Bali, khususnya Tabanan, agar tetap hidup di tengah gejolak global.

“Mudah-mudahan target itu tercapai. Hal ini agar pariwisata bisa kembali bergairah,” pungkas Ketut. ***

Pos terkait