Jakarta Bersiaga Saat Musim Mudik Tiba, Dishub Terjunkan Petugas di Lokasi Wisata

Musim Mudik Tiba
Petugas Dishub DKI Jakarta berjaga di sekitar tempat wisata tugu Monas. (Generated by AI)

TURISIAN.com – Jakarta tak benar-benar sepi ketika musim mudik tiba. Sebagian warganya memang berangkat pulang ke kampung halaman.

Tetapi sebagian lain justru memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata di dalam kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap menghadapi dua arus itu sekaligus.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiagakan petugas di sejumlah titik, terutama di kawasan wisata yang diperkirakan ramai pengunjung selama libur Lebaran 2026.

Sementara itu Kepala Pusat Data dan Informasi Perhubungan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Listiyaning Handayani, mengatakan pengamanan lalu lintas tetap diperlukan.

Hal dilakukan karena tidak semua warga meninggalkan ibu kota saat mudik.

“Tidak semua orang mudik. Ada juga yang mengunjungi tempat-tempat wisata. Karena itu petugas kami tetap disiagakan,” ujar Listiyaning dalam sebuah siniar bertema Mudik Aman Menuju Kemenangan di Jakarta, Rabu lalu.

Selain kawasan wisata, perhatian juga diarahkan ke simpul-simpul transportasi. Petugas Dishub ditempatkan di berbagai terminal untuk memantau pergerakan penumpang sekaligus mengatur arus kendaraan.

Kamera pengawas atau CCTV dioptimalkan untuk membantu memantau situasi lalu lintas dan aktivitas pemudik saat musim mudik tiba.

Dishub juga menempatkan petugas di sejumlah titik yang kerap menjadi sumber kemacetan. “Kami tempatkan petugas di titik-titik rawan. Di terminal juga kami siapkan pemantauan melalui CCTV, untuk melihat pergerakan pemudik sekaligus memantau petugas di lapangan,” kata Listiyaning.

Pengamanan arus mudik itu dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk TNI.

Posko-posko mudik disiapkan di beberapa ruas jalan utama guna memastikan lalu lintas tetap terkendali selama periode mudik.

Penambahan armada

Di saat yang sama, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan program Mudik Gratis 2026. Saat ini prosesnya telah memasuki tahap verifikasi data calon peserta.

Program tersebut dijadwalkan mulai memberangkatkan pemudik pada 17 Maret dari kawasan Monumen Nasional (Monas), dengan tujuan 20 kota di Pulau Jawa dan Sumatera.

Minat masyarakat terhadap program ini meningkat. Semula kuota yang disediakan sebanyak 26.440 orang, namun kemudian ditambah menjadi 30.774 orang.

Penambahan itu diikuti dengan penambahan armada, dari 661 bus menjadi 709 bus yang disiapkan untuk mengantar warga ke kampung halaman.

Selain Pemprov DKI Jakarta, program mudik gratis juga digelar oleh Kementerian Perhubungan dan sejumlah perusahaan swasta.

Namun sistem pendaftarannya telah terintegrasi sehingga peserta hanya dapat memilih satu program.

“Kalau sudah memilih satu program, tidak bisa memilih yang lain,” pungkas Listiyaning. ***

Pos terkait