Pemerintah Segera Susun Standar Prosedur Kapal Wisata di Labuan Bajo

Kapal Wisata
Regulasi kapal wisata yang berlabuh di Labuan Bajo akan segera di susun. Foto: Dok,Kemenparekraf

TURISIAN.com  – Kementerian Pariwisatamerespon dengan cepat kecelakaan kapal wisata KLM Teman Baik di perairan Pink Beach, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, pada Sabtu, 22 Juli 2023.

Dalam acara “The Weekly Brief With Sandi Uno” di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Menparekraf Sandiaga Uno menyatakan bahwa pihaknya akan segera menyusun standar prosedur yang ketat bagi kapal wisata yang berlayar di kawasan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pentingnya meningkatkan tata kelola dan penertiban standar operasional dan prosedur bagi kapal wisata di kawasan Taman Nasional Komodo.

Hal ini sebagai langkah untuk mencegah kejadian serupa dan menjaga keselamatan serta kenyamanan para wisatawan.

BACA JUGA: Cerita Dari Event GoFood, Festival Indonesia Pesta Anak Bangsa

“Beberapa musibah terkait wisata bahari yang terjadi, membuka peluang kerja sama dengan industri dan pemangku kepentingan lain. Bahwa yang terpenting adalah keselamatan dan kenyamanan para wisatawan. Sehingga pariwisata dan ekonomi kreatif tanah air semakin mendunia,” kata Menparekraf Sandiaga.

Dalam upayanya untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan menjadi peringatan bagi pelaku usaha lainnya, Menparekraf juga mendorong para pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Khususnya, atas pelanggaran yang terjadi sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Tidak hanya berfokus pada kawasan Labuan Bajo, Menparekraf juga memperhatikan musibah yang menimpa kapal penyeberangan di Teluk Mawasangka Tengah, Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA: Staycation di Hotel Meruorah Labuan Bajo, Tempat Menginap Para Pemimpin ASEAN

Dalam tragedi itu, dilaporkan terdapat 15 korban jiwa. Menparekraf mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyampaikan doa serta dukungan bagi tim SAR yang sedang melakukan pencarian.

Langkah-langkah yang akan diambil

Smentaraitu itu guna mengatasi masalah keselamatan kapal wisata, Staf Ahli Menteri bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Fadjar Hutomo, memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah yang akan diambil ke depan.

Salah satunya adalah memperbaiki tata kelola destinasi pariwisata. Terutama terkait ekosistem kapal wisata dengan merujuk pada Klasifikasi Baku Lapangan Kerja Indonesia (KBLI) 50113.

BACA JUGA: Long Stay di Hotel Saat Pandemi Lebih Lama Dibanding Sekarang

Sebagai bagian dari rencana perbaikan, pihaknya berencana untuk mendirikan kantor pelayanan bersama di Waterfront Labuan Bajo. Selain itu, setiap kapal wisata wajib memiliki kantor. Dan pemerintah daerah akan berperan dalam mempercepat tersedianya regulasi di Labuan Bajo.

Pembenahan sarana prasarana pendukung di pelabuhan juga akan dilakukan untuk melaksanakan embarkasi terpusat. Sedangkan, satgas akan segera dibentuk untuk menyelesaikan isu legalitas dan teknis.

Menparekraf Sandiaga Uno menegaskan komitmennya untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan para wisatawan.

Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tanah air semakin berkembang dan mendunia. ***

Pos terkait