TPHP Cengkareng Mau Disulap Jadi Destinasi Wisata, Investor Mana?

TPHP Cengkareng
Kondisi Tempat Promosi Hasil Perikanan atau TPHP Cengkareng, Jakarta Barat. (Dok.Pemda DKI)

TURISIAN.com – Deretan akuarium di Tempat Promosi Hasil Perikanan atau TPHP Cengkareng, Jakarta Barat, tak lagi seramai dulu. Perdagangan ikan hias perlahan bergeser ke layar telepon.

Konsumen cukup memilih ikan dari rumah, melakukan pembayaran, lalu menunggu kiriman tiba.

Di tengah perubahan itu, pemerintah melihat peluang lain. Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng di Jalan Cendrawasih I, Kelurahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat, dirancang untuk tidak sekadar menjadi tempat berdagang ikan hias.

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta ingin mengubah kawasan tersebut menjadi destinasi wisata.

Gagasan itu masih berada di tahap awal. Salah satu kuncinya adalah investasi. Pemerintah membuka pintu bagi pihak ketiga untuk ikut membiayai revitalisasi bangunan dan kawasan TPHP Cengkareng.

Sementara itu Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan terdapat 39 pelaku usaha ikan hias yang masih aktif berjualan di kawasan tersebut.

Potensi Ekonomi

Jumlah itu menjadi modal awal untuk menghidupkan kembali kawasan yang mulai kehilangan keramaian.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Sudin Parekraf Jakarta Barat dan Pemerintah Kota Jakarta Barat agar kita bisa bersama-sama mengembangkan kawasan ini. Karena potensi ekonomi dan pariwisatanya juga sangat besar sekali,” kata Hasudungan.

Pemerintah akan memulai dari langkah yang lebih sederhana, yakni membuat kawasan itu kembali dikenal.

Sedangkan Jajaran KPKP Jakarta Barat didorong menggelar berbagai kegiatan. Antara lain sterilisasi, Safari Gemar Ikan, serta agenda lain yang berkaitan dengan promosi perikanan.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pemantik. Masyarakat yang selama ini mengenal TPHP Cengkareng sebagai tempat jual-beli ikan hias bisa memiliki alasan lain untuk datang.

Masalahnya, tempat itu sendiri membutuhkan pembenahan.

Dinas KPKP DKI Jakarta berencana menginventarisasi kondisi bangunan sebelum menentukan langkah revitalisasi.

Gedung TPHP Cengkareng dibangun pada 2010 dan mulai ditempati setahun kemudian. Sejak berdiri, bangunan tersebut disebut belum pernah mengalami renovasi.

Sementara Ketua Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng (APIC), Brian Gautama, mengatakan sejumlah fasilitas mulai mengalami kerusakan. Bagian atap, kantin, hingga musala membutuhkan perhatian.

“Kami memohon pihak terkait lebih memperhatikan lagi kelayakan gedung, fasilitas sarana dan prasarananya agar tempat ini bisa diakses dengan mudah masyarakat,” kata Brian.

Pemerintah kemudian mengarahkan pandangan kepada investor.

Perubahan perilaku konsumen

Hasudungan berharap ada pihak ketiga yang tertarik bekerja sama untuk mempromosikan. Sekaligus membangun dan mengembangkan kawasan tersebut.

“Kami harapkan nanti ada investor tertarik bekerja sama untuk mempromosikan atau membangun dan mengembangkan TPHP Cengkareng. Ini masih tahap awal ya, mudah-mudahan skemanya nanti seperti itu,” ujarnya.

Rencana itu menjadikan TPHP Cengkareng berada di persimpangan.

Ia bisa bertahan sebagai pasar ikan hias yang menghadapi perubahan perilaku konsumen. Atau bergerak menjadi kawasan wisata yang memadukan perdagangan, edukasi dan rekreasi.

Tetapi transformasi itu tidak cukup hanya dengan memasang papan nama destinasi wisata.

Bangunan yang menua, fasilitas yang rusak, promosi yang belum kuat, serta kebutuhan investasi masih menjadi pekerjaan rumah.

TPHP Cengkareng punya ikan, pedagang dan pasar. Yang belum tersedia adalah alasan yang cukup kuat bagi orang untuk datang, bukan sekadar membeli. ***

Pos terkait