Shibuya Kebanjiran Wisatawan, Sampah Jadi Masalah Baru

Shiyuba
Suasana kota Shibuya di Jepang. Kota ini sedang mengalami lonjakan wisatawan. (Dok.Pixabay.com/Mailtotobi)

TURISIAN.com – Shibuya punya cara sendiri menarik orang datang. Lampu neon, kerumunan manusia, toko yang tak pernah sepi, serta Shibuya Scramble.

Semua menjadi panggung yang nyaris selalu hidup. Patung Hachiko dan Pokémon Center menambah alasan wisatawan untuk berjejal di kawasan ini.

Kini ada satu persoalan yang ikut tumbuh bersama popularitas itu: sampah.

Sementara itu pemerintah Distrik Shibuya, Tokyo, mulai memperketat aturan membuang sampah.

Bersama Japan Soft Drink Association, pemerintah setempat meluncurkan kampanye kebersihan pada 1 September 2026.

Sasaran utamanya sederhana, yakni memastikan wisatawan tidak memperlakukan tempat sampah daur ulang sebagai tong sampah serbaguna.

Wadah Minuman Kosong

Tempat sampah yang berada di dekat mesin penjual otomatis itu hanya untuk wadah minuman kosong.

Botol PET, botol kaca, dan kaleng boleh masuk. Gelas plastik tidak.

Botol minuman ringan atau smoothie yang dibeli dari minimarket juga tak boleh dibuang di sana. Bentuknya dianggap dapat menyumbat lubang tempat sampah.

Larangan itu meluas. Kantong plastik, baterai ponsel, dan puntung rokok juga tidak diperkenankan.

Pemerintah Shibuya bahkan mengingatkan bahwa menyelipkan puntung rokok atau sampah lain ke dalam botol plastik sebelum membuangnya bukan jalan keluar.

Peringatan tersebut ditempel dalam poster berbahasa Jepang dan Inggris di sejumlah area merokok.

Papan informasi di dalam dan sekitar kompleks hiburan Miyashita Park juga menjadi media sosialisasi.

Bahasa China dan Korea

Di sekitar Stasiun Shibuya, video pengingat akan diputar dalam bahasa Jepang dan Inggris.

Pemerintah setempat berencana menambahkan bahasa China dan Korea.

Dua bahasa yang dianggap penting untuk menjangkau wisatawan dari negara-negara tersebut.

Masalah sampah ini muncul ketika Shibuya sedang menikmati lonjakan perhatian wisatawan.

Kawasan itu sebelumnya bukan pilihan utama turis asing dibandingkan Harajuku, Ginza, Shinjuku, atau Roppongi.

Kini peta kunjungan wisatawan berubah. Perubahan itu membawa konsekuensi.

Kawasan Wisata

Sedangkan pemerintah Distrik Shibuya telah mengubah peraturan daerah. Aturan baru mewajibkan penambahan tempat sampah umum.

Sekaligus mengenakan denda bagi mereka yang membuang sampah sembarangan. Ketentuan denda mulai berlaku pada musim panas 2026.

Bagi Shibuya, persoalannya bukan semata-mata soal menyediakan lebih banyak tong sampah.

Sementara kawasan wisata yang semakin padat membutuhkan perilaku pengunjung yang juga berubah.

Dimana wisatawan datang membawa kamera, uang, dan cerita untuk dibawa pulang.

Sebagian meninggalkan sesuatu yang lain: botol, gelas plastik, puntung rokok, dan sampah.

Sementara di tengah gemerlap Shibuya, pemerintah kota kini berusaha memastikan benda terakhir itu tidak menjadi bagian dari wajah kawasan tersebut. ***

Pos terkait