Libur Sekolah Mengangkat Pariwisata Kabupaten Sleman, Merapi Tetap Menjadi Magnet Utama

Pariwisata Kabupaten Sleman
Jembatan Kalikuning yang ikonik ini menghubungkan akses ke objek wisata Lereng Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Yogyakarta. (Foto: Dok.Unsplash.com/ Ake Widyastomo)

TURISIAN.com – Musim libur sekolah kembali menjadi panggung bagi industri pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam rentang 15 Juni hingga 13 Juli 2026, hampir satu juta orang mengunjungi berbagai destinasi wisata di wilayah yang menjadi pintu gerbang kawasan Merapi tersebut.

Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mencatat 921.851 kunjungan wisatawan selama periode itu.

Angka tersebut menegaskan libur sekolah masih menjadi momentum terpenting bagi pergerakan wisata domestik sekaligus penggerak ekonomi lokal.

“Periode libur sekolah merupakan salah satu peak season pariwisata yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman,” kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, Selasa, 14 Juli 2026.

Wisatawan nusantara masih mendominasi. Sebanyak 906.021 orang, atau sekitar 98,28 persen dari total kunjungan, berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Adapun wisatawan mancanegara tercatat 15.830 orang atau 1,72 persen.

Sementara itu lonjakan kunjungan paling terasa pada akhir pekan.

Puncaknya terjadi pada Sabtu, 4 Juli 2026, ketika 69.831 wisatawan memadati berbagai objek wisata.

Sehari kemudian, Minggu, 5 Juli, jumlah kunjungan masih tinggi dengan 68.099 wisatawan.

Data Dinas Pariwisata menunjukkan wisata alam tetap menjadi pilihan utama selama libur sekolah dengan 362.929 kunjungan.

Kawasan Lereng Merapi

Di bawahnya menyusul wisata budaya yang menarik 191.221 wisatawan, sementara destinasi wisata buatan mencatat 171.708 kunjungan.

Dominasi wisata alam tidak terlepas dari kuatnya daya tarik kawasan lereng Merapi. Lanskap pegunungan yang dipadukan dengan aktivitas wisata petualangan masih menjadi magnet utama bagi pelancong.

Di sisi lain, warisan budaya seperti Candi Prambanan terus mempertahankan posisinya sebagai destinasi unggulan.

Sementara berbagai taman rekreasi keluarga menjadi pilihan wisatawan yang datang bersama anak-anak selama libur sekolah.

“Destinasi yang menjadi favorit wisatawan selama periode libur sekolah antara lain Merapi Adventure untuk wisata alam, Candi Prambanan untuk wisata budaya, serta Family Recreation Park untuk kategori wisata buatan,” ujar Kus.

Pemerintah Kabupaten Sleman berharap tren positif tersebut tidak berhenti setelah musim liburan usai.

Peningkatan kualitas layanan, pengembangan destinasi, dan promosi wisata diyakini mampu menjaga arus kunjungan hingga akhir tahun.

“Kami optimistis kunjungan wisatawan meningkat pada 2026 ini. Kami juga meyakini dapat menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” kata Kus Endarto. ***

Pos terkait