Henry Husada: IDE.IND 2026 Percepat Pertumbuhan UMKM dan Daya Saing Global

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, meninjau berbagai booth kreatif di IDE.IND 2026 sebagai bagian dari Creative by Indonesia yang diselenggarakan di Plaza Malioboro, Yogyakarta, Sabtu 13 Juni 2026. (Dok.Kemenekraf)

TURISIAN.com — Pelaksanaan IDE.IND 2026 yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif melalui program Creative by Indonesia di Plaza Malioboro, Yogyakarta, mendapat dukungan dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari pengusaha Henry Husada yang menilai kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Menurut Henry, IDE.IND 2026 bukan sekadar pameran produk kreatif atau aktivasi ekonomi kreatif semata.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Termasuk, komunitas kreatif, pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

“Program seperti ini akan mempercepat tumbuhnya UMKM, sekaligus memperkuat daya saing mereka di tingkat global,” kata Henry Husada, Rabu, 17 Juni 2026.

Ia menilai, keterlibatan pelaku usaha dalam IDE.IND membuka peluang yang lebih luas bagi produk dan karya kreatif lokal untuk menembus pasar yang lebih besar.

Produk-produk yang sebelumnya hanya dikenal di daerah asalnya berkesempatan berkembang menjadi merek nasional, bahkan mampu bersaing di pasar internasional.

Produk Kreatif Lokal

“Ketika pelaku usaha masuk ke dalam ekosistem seperti IDE.IND, karya dan produk kreatif lokal tidak hanya dikenal di daerah asalnya. Tetapi juga memiliki peluang untuk tumbuh menjadi produk nasional hingga go global,” ujarnya.

IDE.IND 2026 menghadirkan beragam kegiatan yang dirancang untuk memperkuat jejaring dan kapasitas pelaku ekonomi kreatif.

Selain pameran produk, acara tersebut juga diisi dengan talkshow, promosi produk kreatif, aktivasi komunitas. Serta berbagai bentuk kolaborasi yang melibatkan 21 subsektor ekonomi kreatif.

majukan ekonomi kreatif
Henry Husada bersama Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. (Foto: Turisian.com/Ist)

Sebanyak 20 booth jenama lokal yang mewakili 11 subsektor ekonomi kreatif turut meramaikan kegiatan tersebut.

Berbagai produk dari sektor kriya, fesyen, kuliner, hingga gim dan animasi dipamerkan sebagai sarana promosi sekaligus ruang interaksi langsung antara pelaku usaha kreatif dan masyarakat.

Tahun ini, IDE.IND diselenggarakan melalui kolaborasi lintas subsektor di lingkungan Kementerian Ekonomi Kreatif.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan dampak kegiatan tidak berhenti sebagai agenda seremonial.

Upaya Berkelanjutan

Melainkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Sementara itu Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan penguatan ruang kolaborasi bagi para pelaku kreatif menjadi salah satu fokus pemerintah.

Khususnya, dalam mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.

“Harapan kami sederhana, semakin banyak ruang bagi pelaku kreatif untuk tumbuh, semakin kuat pula ekonomi kreatif Indonesia sebagai The New Engine of Growth,” kata Teuku Riefky Harsya usai meninjau berbagai booth kreatif dalam IDE.IND 2026 di Plaza Malioboro, Yogyakarta, Sabtu, 13 Juni 2026.

Melalui kegiatan seperti IDE.IND, pemerintah berharap tercipta sinergi yang lebih kuat antara pelaku usaha.

Tak terkecuali juga  komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya. Sehingga ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan. ***

Pos terkait