TURISIAN.com – Kinerja Great Wall Motor (GWM) di pasar otomotif Indonesia pada awal 2026 menunjukkan lonjakan yang sulit diabaikan.
Di tengah kompetisi yang kian padat, jenama asal Tiongkok itu mencatat pertumbuhan penjualan yang melesat tajam.
Interim Managing Director Inchcape Indonesia sekaligus CEO GWM Indonesia, Bagus Susanto, menyebutkan bahwa sepanjang awal tahun ini, penjualan secara wholesale mencapai 879 unit.
Aementara angka itu melonjak 164 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Pertumbuhan ini menunjukkan respons pasar yang cukup kuat terhadap produk kami,” kata Bagus di Jakarta, Senin.
Sementara itu, lonjakan tak hanya terjadi di tingkat distribusi dari pabrikan ke diler. Di level ritel yakni penjualan langsung ke konsumen GWM mencatat pertumbuhan yang lebih mencolok. Penjualan retail naik 269 persen secara tahunan.
Bagus menilai capaian tersebut tak lepas dari strategi multi-pathway yang diusung perusahaan.
GWM, kata dia, tidak hanya bertumpu pada kendaraan elektrifikasi. Tetapi juga tetap menghadirkan model bermesin konvensional untuk menjangkau spektrum konsumen yang lebih luas.
Di tengah tren elektrifikasi yang terus menguat, pendekatan ini menjadi semacam jalan tengah. Konsumen diberi pilihan, tanpa dipaksa beralih secara drastis.
Memperluas Jaringan Distribusi
Kepercayaan diri perusahaan pun menguat. GWM berencana memperluas jaringan distribusi dengan membuka dealer-dealer baru di berbagai wilayah Indonesia.
Hingga kini, jaringan mereka telah mencapai 17 dealer resmi.
Ekspansi terbaru dilakukan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Sebuah wilayah yang kerap menjadi barometer pasar otomotif kelas menengah atas di Ibu Kota.
“Pertumbuhan penjualan dan ekspansi jaringan ini menjadi indikator bahwa produk dan layanan kami diterima dengan baik oleh konsumen,” ujar Bagus.
Sedangkan di Indonesia, GWM memasarkan sejumlah model dari lini Tank seperti Tank 300 Diesel, Tank 300 HEV, hingga Tank 500 HEV.
Selain itu, perusahaan juga menawarkan Ora 03 berbasis listrik penuh serta Jolion HEV untuk segmen hybrid.
Dengan portofolio yang kian beragam, GWM tampak berupaya menancapkan pijakan lebih dalam di pasar otomotif nasional. Pasar yang, meski menjanjikan, juga menuntut konsistensi dan ketahanan strategi. ***





