TURISIAN.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan perhelatan Lebaran Betawi tetap berlangsung tahun ini, meski dalam suasana pengetatan anggaran dan keprihatinan global.
Agenda budaya tersebut dijadwalkan berlangsung pada 10–12 April 2026 di Lapangan Banteng.
Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, menyebut penyelenggaraan kali ini memang mengalami sejumlah penyesuaian.
Namun, ia menegaskan esensi perayaan tetap dijaga.
“Lebaran Betawi tetap akan kami gelar secara khidmat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat.
Memasuki tahun ke-18 penyelenggaraan, Lebaran Betawi 2026 diposisikan sebagai ruang besar halal bihalal masyarakat pasca-Idul Fitri 1447 Hijriah.
Lebih dari sekadar seremoni, acara ini juga menjadi panggung ekspresi tradisi Betawi yang terus dijaga di tengah laju modernisasi ibu kota.
Pemilihan Lapangan Banteng bukan tanpa alasan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengarahkan agar kegiatan digelar di lokasi yang memiliki bobot historis.
Kawasan ini dinilai merepresentasikan perjalanan panjang Jakarta, sekaligus menjadi simbol ruang publik yang inklusif.
Selain pertunjukan budaya, rangkaian acara juga akan diisi kegiatan sosial berupa santunan.
Pemerintah berharap publik ikut meramaikan sekaligus merasakan nuansa kebersamaan khas Betawi.
Tahun sebelumnya, perhelatan serupa digelar di kawasan silang selatan Monumen Nasional selama dua hari, mengusung tema penguatan kearifan lokal menyongsong lima abad Jakarta.
Tradisi hantaran dari para wali kota kepada gubernur menjadi pembuka acara pada perhelatan lebaran Betawi. Berisi ragam kuliner khas seperti ayam kuning, dodol Kemayoran, hingga es selendang mayang.
Di luar seremoni, kekuatan Lebaran Betawi tetap terletak pada perjumpaan: antara tradisi dan kota yang terus berubah, antara ingatan kolektif dan identitas yang ingin dipertahankan. ***





