TURISIAN.com – Pemkab Sorong Selatan menyiapkan satu lagi kartu andalan di sektor pariwisata yakni Sungai Klaogin, yang terletak di Distrik Seremuk.
Di wilayah yang kerap dijuluki negeri “1001 Sungai” itu, Klaogin diproyeksikan menjadi wajah baru wisata alam yang mengandalkan keaslian lanskap dan kearifan lokal.
Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, menyebutkan, infrastruktur dasar destinasi tersebut sejatinya telah rampung.
Yang tersisa hanya penyesuaian waktu peresmian dengan agenda Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu.
Rencana peluncuran yang semula dijadwalkan bulan lalu terpaksa ditunda demi menghadirkan seremoni yang melibatkan pemerintah provinsi.
Di balik penantian itu, Sungai Klaogin diam-diam mulai menarik perhatian. Sejumlah wisatawan, termasuk dari luar daerah, telah lebih dulu datang.
Menyusuri aliran air yang jernih, sekaligus mencicipi pengalaman menginap yang tak lazim.
Daya tarik utama Klaogin justru tidak berhenti pada lanskapnya. Di tepian sungai, berdiri sejumlah homestay yang dibangun dari batang sagu, dengan atap daun sagu yang dibiarkan apa adanya.
Tak ada beton, tak ada ornamen modern yang mencolok. Hanya struktur sederhana yang menyatu dengan alam.
Masih relatif perawan
“Rumahnya dari batang sagu, atapnya juga dari daun sagu. Memang dibuat alami,” kata Petronela.
Pilihan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah tampak sengaja menahan laju modernisasi agar pengalaman wisata tetap otentik. Sesuatu yang semakin langka di banyak destinasi lain.
Jika ada satu hal yang paling sering disebut, itu adalah kejernihan airnya. Sungai Klaogin mengalir bening, nyaris seperti kaca.
Dasarnya terlihat jelas dari permukaan, bahkan benda kecil sekalipun tak mudah luput dari pandangan.
Gambaran ini sekaligus menegaskan satu hal: kawasan tersebut masih relatif perawan.
Namun, justru di situlah tantangan bermula. Pemerintah daerah mengaku berhati-hati mengembangkan Klaogin.
Alih-alih mengejar lonjakan kunjungan dalam waktu singkat, mereka memilih langkah yang lebih terukur. Menjaga keseimbangan antara promosi dan konservasi.
Pengembangan Sungai Klaogin menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk mengangkat potensi wisata alam Sorong Selatan.
Dengan dukungan pemerintah pusat, kawasan ini diharapkan tidak hanya menambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat adat sebagai pemilik wilayah.
Di ujungnya, Klaogin bukan sekadar destinasi baru. Ia adalah eksperimen, bagaimana pariwisata dibangun tanpa mengorbankan alam yang menjadi daya tarik utamanya. ***





