Ada Rekayasa Lalu Lintas di Malam Takbiran di Jakarta, Perhatikan Rute Ini

Malam Takbiran
Ilustrasi Bundaran HI Jakarta menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026. (Generated by AI)

TURISIAN.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas pada malam takbiran, Jumat, 20 Maret 2026.

Kebijakan ini mengiringi perhelatan Jakarta Bedug Kolosal. Sebuah agenda budaya-religius yang rutin digelar untuk menyambut Idul Fitri.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan, menyebut kegiatan akan dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.

Pusat keramaian diperkirakan terkonsentrasi di kawasan Monumen Nasional hingga Bundaran Hotel Indonesia.

“Pawai obor malam takbiran akan melintasi Pintu Barat Daya Silang Monas, Bundaran Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, hingga Bundaran HI sebagai titik akhir,” ujar Ujang dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 Maret 2026.

Seiring pergerakan massa, sejumlah ruas jalan utama akan ditutup sementara. Di antaranya Jalan Jenderal Sudirman mulai simpang Karet Pasar Baru Timur III hingga Bundaran HI.

Serta Jalan MH Thamrin dari Bundaran HI sampai Bundaran Patung Kuda.

Penutupan juga mencakup sejumlah ruas penghubung di kawasan pusat bisnis dan perkantoran, seperti Jalan Kebon Sirih, Jalan KH Wahid Hasyim, hingga Jalan Imam Bonjol.

Dinas Perhubungan menyiapkan jalur alternatif untuk mengurai kepadatan. Arus dari Harmoni menuju Semanggi, misalnya, akan dialihkan melalui koridor Hayam Wuruk–Juanda–Suryapranoto–Mas Mansyur hingga Prof. DR. Satrio.

Sementara arus sebaliknya, dari Semanggi ke Harmoni, diarahkan melalui Sudirman–Karet Pasar Baru Timur–Margono Djojohadikoesoemo–Cideng Barat hingga Gajah Mada.

Pengalihan lain juga berlaku bagi kendaraan dari Gondangdia menuju Tanah Abang, maupun dari Tanah Abang ke arah Stasiun Gambir. Yakni, dengan memanfaatkan ruas-ruas alternatif di sekitar kawasan Medan Merdeka.

Sedangkan pengaturan lalu lintas akan bersifat situasional, bergantung pada dinamika di lapangan. Terutama saat pawai obor dan iring-iringan mobil hias melintas.

Selain itu, layanan Transjakarta yang melintasi kawasan terdampak akan mengalami penyesuaian rute dan pola operasi.

Masyarakat yang hendak menyaksikan acara diimbau menggunakan transportasi publik seperti MRT Jakarta, LRT Jakarta, serta KRL Commuter Line.

“Warga diharapkan menghindari ruas jalan terdampak, mematuhi rambu, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” kata Ujang. ***

Pos terkait